Jet Tempur F-16 Turkiye Tembak Jatuh Drone di Laut Hitam

AKURAT.CO Jet tempur F-16 milik Angkatan Udara Turkiye menembak jatuh sebuah drone yang terdeteksi mendekati wilayah udara negara tersebut dari arah Laut Hitam. Tindakan itu dilakukan setelah sistem pertahanan udara Turkiye mendeteksi objek tak dikenal pada Senin (14/12/2025) malam.
Kementerian Pertahanan Turkiye menjelaskan, pengerahan jet tempur dilakukan sebagai langkah pencegahan. Drone tersebut kemudian ditembak di area yang dinilai aman dan jauh dari permukiman warga guna menghindari risiko bagi masyarakat sipil.
Meski demikian, otoritas Turkiye tidak mengungkap secara rinci lokasi maupun waktu pasti insiden penembakan tersebut. Laporan media setempat menyebut kejadian itu berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Laut Hitam.
Situasi di wilayah tersebut memang memanas dalam beberapa pekan terakhir, menyusul rangkaian serangan Ukraina terhadap kapal-kapal yang disebut sebagai armada bayangan Rusia. Sebelumnya, anggota parlemen Turkiye juga telah memperingatkan potensi meluasnya konflik Rusia–Ukraina ke perairan Laut Hitam.
Pada pekan lalu, pasukan Rusia dilaporkan menyerang pelabuhan Chornomorsk dan Odesa di wilayah barat daya Ukraina. Serangan tersebut mengakibatkan kerusakan pada tiga kapal kargo milik perusahaan asal Turkiye. Insiden itu terjadi tak lama setelah Ukraina melancarkan serangan menggunakan drone laut yang menghantam dua kapal tanker Rusia di Laut Hitam pada 28 November, di dalam zona ekonomi eksklusif Turkiye.
Ukraina juga mengklaim kembali menyerang kapal tanker armada bayangan Rusia di lepas pantai Crimea pada 11 Desember. Menanggapi rangkaian serangan tersebut, Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam akan memutus akses laut Ukraina.
Armada bayangan Rusia merujuk pada kapal-kapal tanker tua yang digunakan untuk mengangkut minyak Rusia dengan cara menghindari sanksi internasional. Kapal-kapal ini kerap berlayar dengan bendera negara lain, seperti Panama atau Komoro, serta mematikan sistem pelacak agar sulit terdeteksi.
Dalam beberapa tahun terakhir, Ukraina berhasil mendorong armada Laut Hitam Rusia menjauh dari wilayah Crimea dan sebagian kawasan pesisir yang sebelumnya dikuasai Moskwa. Perkembangan ini menambah kekhawatiran Turkiye, yang memiliki garis pantai terpanjang di Laut Hitam sepanjang sekitar 1.330 kilometer.
Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan sebelumnya telah menyuarakan keprihatinannya atas serangan terhadap kapal tanker Rusia di dekat wilayah negaranya. Ia menilai tindakan tersebut berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran, mengancam nyawa manusia, serta merusak lingkungan, terutama jika terjadi di zona ekonomi eksklusif Turkiye.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai


