Akurat

Media Vietnam Soroti Kekayaan Konglomerat Indonesia Tembus Rekor Baru

Fitra Iskandar | 15 Desember 2025, 11:34 WIB
Media Vietnam Soroti Kekayaan Konglomerat Indonesia Tembus Rekor Baru


AKURAT.CO Media Vietnam VN Express menyoroti lonjakan kekayaan konglomerat Indonesia yang mencetak rekor baru sepanjang tahun ini. Meski pasar global dilanda volatilitas, indeks saham acuan Indonesia justru menguat sekitar 17 persen, mendorong total kekayaan 50 orang terkaya di Indonesia mencapai US$306 miliar, level tertinggi sepanjang sejarah.

Laporan tersebut mengacu pada data majalah bisnis Amerika Serikat, Forbes, yang secara rutin merilis daftar orang terkaya di Indonesia.

Hartono Bersaudara Masih Teratas Meski Kekayaan Menyusut

Dalam laporan VN Express, R. Budi Hartono dan Michael Hartono masih mempertahankan posisi puncak selama lebih dari satu dekade. Namun, kekayaan gabungan keduanya turun US$6,5 miliar menjadi US$43,8 miliar, penurunan terbesar secara nominal tahun ini.

Penurunan ini dipicu oleh melemahnya saham Bank Central Asia (BCA), aset utama Hartono bersaudara, yang turun sekitar 15 persen dalam setahun terakhir. Investor disebut khawatir terhadap dampak ketidakpastian kebijakan moneter dan fiskal terhadap sektor perbankan.

Prajogo Pangestu Kokoh di Posisi Kedua

Konglomerat petrokimia dan energi Prajogo Pangestu bertahan di peringkat kedua setelah kekayaannya naik 23 persen menjadi US$39,8 miliar. Kenaikan tersebut ditopang aksi korporasi melalui IPO Chandra Daya Investasi, unit infrastruktur grupnya, yang berhasil menghimpun dana lebih dari US$140 juta pada Juli lalu.

Keluarga Widjaja Catat Kenaikan Terbesar

VN Express juga menyoroti keluarga Widjaja sebagai pihak dengan kenaikan kekayaan terbesar tahun ini. Kekayaan mereka melonjak US$9,4 miliar menjadi US$28,3 miliar, sekaligus naik satu peringkat ke posisi ketiga.

Lonjakan tersebut didorong oleh saham Dian Swastatika Sentosa, perusahaan infrastruktur dan energi milik keluarga Widjaja, yang nilainya lebih dari dua kali lipat dalam setahun. Ekspansi agresif ke sektor energi terbarukan, termasuk peresmian pabrik panel surya terbesar di Indonesia berkapasitas hingga 1 gigawatt, menjadi katalis utama.

Taipan Batu Bara dan Salim Group

Miliarder batu bara Low Tuck Kwong turun ke posisi keempat setelah kekayaannya menyusut US$2,1 miliar menjadi US$24,9 miliar. Saham perusahaannya, Bayan Resources, melemah seiring penurunan laba bersih 16 persen dalam sembilan bulan hingga September akibat harga batu bara yang lebih rendah dan biaya operasional yang meningkat.

Di posisi kelima, Anthoni Salim dan keluarga tercatat memiliki kekayaan US$13,6 miliar. Salim memimpin Salim Group, dengan portofolio bisnis di sektor pangan, ritel, perbankan, telekomunikasi, hingga energi. Ia juga dikenal sebagai CEO Indofood, produsen mi instan terbesar di dunia dengan merek ikonik Indomie.

Pendiri DCI Indonesia Melonjak ke 10 Besar

Permintaan tinggi terhadap pusat data (data center) membuat saham DCI Indonesia meroket. Dua pendirinya, Otto Toto Sugiri dan Marina Budiman, untuk pertama kalinya masuk 10 besar orang terkaya Indonesia.

Otto berada di peringkat keenam dengan kekayaan US$11,3 miliar, sementara Marina di posisi kedelapan dengan US$8,2 miliar. Pendiri ketiga, Han Arming Hanafia, melonjak 38 peringkat ke posisi ke-12 dengan kekayaan US$5,3 miliar.

Wajah Baru dan Nama Lama Kembali

VN Express juga mencatat kembalinya sejumlah taipan ke daftar orang terkaya, termasuk Eddy Kusnadi Sariaatmadja, pemilik grup media Emtek, setelah saham perusahaannya hampir tiga kali lipat dibanding tahun lalu.

Nama baru dalam daftar adalah Hartati Murdaya, Presiden Direktur Central Cipta Murdaya, yang menggantikan mendiang suaminya Murdaya Poo, yang wafat pada April lalu di usia 84 tahun.

Sebaliknya, Kuncoro Wibowo keluar dari daftar setelah saham peritel perangkat keras Aspirasi Hidup Indonesia anjlok lebih dari 40 persen akibat penurunan laba.

Ambang Kekayaan Turun, Separuh Taipan Tetap Naik

Secara keseluruhan, VN Express mencatat kekayaan setengah dari orang terkaya Indonesia tetap meningkat tahun ini. Ambang batas untuk masuk daftar 50 orang terkaya Indonesia juga turun menjadi US$920 juta, dari US$1,05 miliar pada tahun sebelumnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.