Albanese, Perdana Menteri Australia Pertama yang Menikah Saat Masih Menjabat

AKURAT.CO Suasana The Lodge, kediaman resmi Perdana Menteri Australia di Canberra, tampak lebih hangat dari biasanya pada Sabtu sore (29/11). Di balik pagar tinggi dan protokol kenegaraan, sebuah momen pribadi terjadi—tanpa karpet merah panjang, tanpa sorotan kamera, dan tanpa undangan yang tersebar ke publik. Hanya cinta, keluarga, dan sahabat terdekat sebagai saksi.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah 124 tahun pemerintahan federal Australia, seorang perdana menteri menikah saat masih menjabat. Anthony Albanese, 62 tahun, mengucapkan janji suci dengan kekasihnya, Jodie Haydon, perempuan berusia 46 tahun yang telah menjadi pendamping setianya sejak beberapa tahun terakhir.
Upacara pernikahan berlangsung intim, dipimpin oleh seorang celebrant sipil dan dihadiri sekitar 60 orang tamu, termasuk sejumlah menteri kabinet. Semua berlangsung begitu privat hingga media baru mengetahuinya setelah acara selesai.
Dalam pernyataan bersama yang dirilis setelah pernikahan, keduanya menulis, “Kami sangat bahagia dapat berbagi cinta dan komitmen untuk menjalani hidup bersama, di hadapan keluarga dan sahabat terdekat.”
Sentuhan Personal dalam Upacara
Layaknya pasangan yang ingin hari besarnya terasa personal, Albanese dan Haydon menulis janji pernikahan mereka sendiri. Bahkan, momen manis hadir ketika Toto—anjing kesayangan mereka—berperan sebagai pembawa cincin. Sementara itu, Ella, keponakan Haydon yang baru berusia lima tahun, memeriahkan suasana sebagai pembawa bunga.
Albanese, yang sebelumnya pernah menikah dan memiliki satu anak laki-laki yang telah dewasa, melamar Haydon pada Hari Valentine tahun lalu—juga di The Lodge, tempat cinta mereka kemudian disatukan.
Semula, pasangan ini sempat mempertimbangkan pesta pernikahan yang lebih besar. Albanese bahkan bercanda di sebuah radio Sydney bahwa ia mungkin akan mengundang mantan Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, yang ia sebut sebagai teman. Namun rencana itu berubah.
Politik, Romansa, dan Realitas Publik
Pernikahan seorang pemimpin negara bukan sekadar acara pribadi—ia juga mengandung sensitivitas publik. Dengan kondisi ekonomi yang masih menjadi sorotan dan isu biaya hidup yang terus menekan warga Australia, strategi politik partai berkuasa menilai bahwa pesta besar bisa menimbulkan persepsi negatif menjelang pemilu.
Akhirnya, pasangan tersebut sepakat menunda pernikahan hingga setelah pemilu tahun ini. Albanese sempat menyebut tahun 2025 sebagai target, tanpa mengungkap tanggal pasti—hingga tiba-tiba berita bahagia itu hadir pekan ini, nyaris tanpa rumor.
Pertemuan Pertama: Dari Meja Bisnis Menjadi Ikatan Hidup
Kisah cinta mereka dimulai pada tahun 2020, saat keduanya bertemu di sebuah acara bisnis di Melbourne. Haydon, yang bekerja di bidang keuangan, saat itu hanyalah salah satu peserta dalam acara formal. Tidak ada prediksi bahwa pertemuan tersebut akan berujung pada babak baru sejarah politik sekaligus kisah pribadi.
Dua hari sebelum pernikahan berlangsung, parlemen Australia resmi memasuki masa reses akhir tahun. Albanese dan Haydon memulai hari pertama pernikahan mereka bukan sebagai tokoh politik dan pasangan publik, melainkan sebagai dua orang yang memutuskan untuk membangun rumah tangga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









