Banjir dan Longsor di Sri Lanka Tewaskan 31 Orang, 14 Masih Hilang

AKURAT.CO Sedikitnya 31 orang dilaporkan tewas dan 14 lainnya masih hilang akibat banjir besar dan tanah longsor yang melanda Sri Lanka dalam kurun waktu kurang dari dua minggu. Informasi ini disampaikan media lokal pada Kamis (28/11).
Operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan di wilayah yang paling terdampak, sementara kondisi cuaca ekstrem masih berlangsung di sejumlah daerah. Sejak 17 November, hujan deras, meningkatnya debit air sungai, dan rangkaian longsor dilaporkan mengganggu aktivitas masyarakat di berbagai distrik, demikian laporan harian berbahasa Inggris Daily Mirror.
Data dari Pusat Manajemen Bencana Sri Lanka menunjukkan lebih dari 4.000 warga di 17 distrik terdampak parah akibat cuaca buruk tersebut. Selain korban tewas dan hilang, 10 orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Distrik Batticaloa menjadi salah satu wilayah paling terdampak, dengan curah hujan tercatat lebih dari 300 milimeter dalam satu periode, jumlah yang tergolong sangat tinggi.
Cuaca ekstrem ini dipicu sistem tekanan rendah yang masih berada di atas wilayah Sri Lanka dan memicu angin kencang serta hujan intens berulang.
Otoritas setempat telah mengeluarkan peringatan merah potensi longsor di delapan distrik berisiko tinggi. Warga di wilayah tersebut diminta tetap waspada, membatasi perjalanan, dan siap dievakuasi sewaktu-waktu jika situasi memburuk.
Pemantauan cuaca dan operasi darurat masih terus berlangsung karena potensi hujan lebat diperkirakan belum mereda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









