AS Jatuhkan Pembatasan Visa kepada Pejabat Haiti yang Diduga Dukung Geng Bersenjata

AKURAT.CO Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada Senin mengumumkan pemberlakuan pembatasan visa terhadap seorang pejabat pemerintah Haiti yang diduga memberi dukungan kepada geng kriminal dan menghambat upaya pemberantasan “geng teroris” di negara tersebut.
Dalam pernyataannya, AS menyebut akan mencabut visa yang masih berlaku milik pejabat tersebut. Namun, identitas orang yang dimaksud tidak diungkap.
Kebijakan pembatasan visa ini merujuk pada aturan yang diumumkan pada Oktober 2022. Aturan itu memberi kewenangan bagi pemerintah AS untuk menolak atau mencabut visa individu—termasuk anggota keluarga tertentu—yang dianggap memberikan dukungan finansial atau material kepada geng atau jaringan kriminal di Haiti.
Departemen Luar Negeri AS menegaskan komitmennya untuk membantu memulihkan stabilitas Haiti dan mendorong kemajuan nyata menuju penyelenggaraan pemilu yang bebas dan adil.
“Rakyat Haiti sudah cukup menderita akibat kekerasan geng, kerusakan, dan konflik politik,” demikian pernyataan itu.
Pemerintahan Trump, lanjutnya, akan mendorong akuntabilitas terhadap siapa pun yang terus memperburuk situasi keamanan di Haiti maupun kawasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon








