Gencatan Senjata Berjalan, Dapur Komunitas Gaza Tetap Minim Bahan Esensial

AKURAT.CO Organisasi kemanusiaan American Near East Refugee Aid (Anera) meningkatkan kapasitas dapur komunitasnya di Jalur Gaza setelah gencatan senjata berlangsung enam minggu. Dapur yang beroperasi di Al-Zawayda, Gaza tengah, dan Al-Mawasi di Gaza selatan kini menyajikan lebih dari 20.000 porsi makanan panas setiap hari.
Pemimpin tim Anera, Sami Matar, mengatakan produksi makanan meningkat signifikan seiring membaiknya pasokan bahan pangan.
“Dulu kami hanya menggunakan 15 panci per hari, sekarang mencapai 120 panci untuk melayani lebih dari 30 kamp pengungsian,” ujarnya. Anera saat ini melayani sekitar 4.000 keluarga, naik dari 900 keluarga enam bulan lalu.
Sejak perang pecah pada Oktober 2023, akses terhadap pangan menjadi isu serius akibat pembatasan ketat Israel terhadap barang yang masuk melalui perlintasan Gaza. Kondisi ini memperburuk situasi kemanusiaan, termasuk kelaparan yang telah dikonfirmasi terjadi di Gaza City pada Agustus.
Menu yang disajikan di dapur Anera umumnya terdiri dari nasi, pasta, dan lentil, disesuaikan dengan bahan yang tersedia. Upaya untuk menambah variasi sayuran tetap dilakukan, namun Anera menyebut protein segar seperti daging dan ayam belum diizinkan masuk untuk distribusi kemanusiaan, sehingga tidak dapat dihadirkan secara rutin. Sejauh ini, daging hanya pernah disajikan sekali dalam bentuk makanan kaleng.
Selain keterbatasan bahan makanan, dapur komunitas ini juga mengalami kekurangan peralatan memasak, kemasan, dan tabung gas. Dengan pasokan bahan bakar yang mulai masuk, distribusi makanan kini dapat dilakukan menggunakan truk kecil, menggantikan gerobak kuda yang dipakai beberapa bulan lalu.
Peningkatan pasokan bantuan juga terlihat di dapur-dapur lain. Menurut PBB, 1,4 juta porsi makanan disalurkan setiap hari oleh jaringan dapur komunitas di seluruh Gaza, naik dari kurang dari satu juta porsi bulan lalu. Jumlah penduduk Gaza diperkirakan lebih dari dua juta jiwa.
Sebagian besar penerima bantuan adalah warga yang rumahnya hancur dan kehilangan penghasilan. Aida Salha, pengungsi dari Gaza City, mengatakan keluarganya bergantung pada dapur komunitas untuk mendapatkan makanan, air, dan roti. “Tidak banyak yang berubah sejak gencatan senjata, selain berhentinya serangan,” ujarnya.
PBB dan organisasi kemanusiaan mendesak Israel membuka seluruh lima titik penyeberangan ke Gaza serta melonggarkan pembatasan bagi lembaga bantuan yang terhambat proses registrasi. Laporan WFP menunjukkan seperempat rumah tangga di Gaza hanya makan satu kali sehari. Harga bahan pokok memang turun dibanding beberapa bulan lalu, namun masih jauh lebih tinggi daripada sebelum perang.
Warga seperti Abdul Karim Abdul Hadi dari Jabalia menyatakan kehabisan sumber daya setelah perang memasuki tahun ketiga. “Rumah kami hancur, keluarga kehilangan anggota, dan kami tidak punya apa-apa lagi,” katanya.
Anera menyebut kondisi pengungsi semakin berat dengan datangnya cuaca dingin dan basah. “Perasaan yang dominan adalah ketidakpastian dan kelelahan. Mereka tidak tahu kapan bisa kembali ke rumah,” kata Matar.
Meski gencatan senjata masih rentan, warga berharap situasi stabil agar mereka dapat hidup aman dan memenuhi kebutuhan dasar. “Harapan mereka sederhana: tempat tinggal yang aman dan kemampuan memasak makanan hangat untuk anak-anak,” ujar Matar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 5Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar








