Akurat

346 WNA Ditangkap Militer Myanmar di Kawasan Pusat Penipuan Online

Fitra Iskandar | 19 November 2025, 16:26 WIB
 346 WNA Ditangkap Militer Myanmar di Kawasan Pusat Penipuan Online

AKURAT.CO Otoritas militer Myanmar melaporkan telah melakukan operasi besar-besaran di kawasan perbatasan dekat Thailand untuk membongkar pusat kegiatan penipuan online. Dalam operasi tersebut, lebih dari 300 orang yang seluruhnya merupakan warga negara asing ditangkap.

Dalam beberapa tahun terakhir, area perbatasan Myanmar—yang kian tidak stabil sejak kudeta 2021—menjadi lokasi berkembangnya jaringan scam online. Berbagai bangunan disulap menjadi markas para penipu yang menjalankan praktik penipuan asmara hingga investasi palsu, dan menghasilkan keuntungan bernilai puluhan miliar dolar setiap tahun.

Militer Myanmar selama ini dituding membiarkan aktivitas kriminal tersebut berlangsung. Namun, tekanan kuat dari China sejak Februari lalu membuat junta berjanji mengambil tindakan lebih keras terhadap jaringan penipuan lintas negara itu.

Sejumlah pemerhati menilai rangkaian penggerebekan yang meningkat sejak bulan lalu lebih banyak bermuatan propaganda. Langkah tersebut, menurut mereka, dilakukan untuk meredam kemarahan Beijing, tetapi tetap menjaga aliran keuntungan bagi kelompok milisi yang bersekutu dengan junta.

Media pemerintah The Global New Light of Myanmar, dikutip AFP pada Rabu (19/11/2025), melaporkan bahwa aparat menggerebek kompleks perjudian dan penipuan Shwe Kokko pada Selasa pagi.

Dalam operasi itu, 346 WNA ditangkap dan hampir 10.000 ponsel yang digunakan untuk operasional judi online turut disita.

Sejak konflik dalam negeri pecah pada 2021, banyak markas scam dan pusat judi online bermunculan di wilayah perbatasan Myanmar. Menurut analis, ribuan pekerja, termasuk korban perdagangan manusia dari berbagai negara, dipaksa terlibat dalam operasional jaringan tersebut.

China — sekutu utama junta Myanmar — semakin gusar karena banyak warganya menjadi pelaku sekaligus korban penipuan. Merespons tekanan tersebut, junta pada Rabu (19/11) menyalahkan kelompok bersenjata oposisi atas keberadaan markas-markas scam, seraya mengklaim telah mengambil tindakan setelah merebut kembali sejumlah wilayah.

Dalam laporannya, The Global New Light of Myanmar turut menyebut perusahaan Yatai, milik pengusaha China-Kamboja She Zhijiang, sebagai pihak yang terlibat dalam pengelolaan area Shwe Kokko.

She yang ditangkap di Thailand pada 2022 baru saja diekstradisi ke China pekan lalu. Ia akan diadili atas sejumlah dakwaan terkait operasi judi online dan penipuan lintas negara. Amerika Serikat dan Inggris sebelumnya telah menjatuhkan sanksi terhadap She dan perusahaannya.

AS menuduh She mengubah sebuah desa di perbatasan Myanmar–Thailand menjadi Shwe Kokko, yang digambarkan sebagai “kota resor” yang menjadi pusat perjudian, perdagangan narkoba, prostitusi, dan penipuan global.

Pada Oktober, junta juga melancarkan operasi serupa terhadap kompleks scam online KK Park yang berada tak jauh dari Shwe Kokko. Dalam operasi itu, militer mengklaim menghancurkan lebih dari 600 bangunan yang dipakai untuk kegiatan ilegal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.