Akurat

Truk Berisi Ratusan Monyet dan Sabu Digerebek Polisi Thailand

Fitra Iskandar | 18 November 2025, 15:01 WIB
Truk Berisi Ratusan Monyet dan Sabu Digerebek Polisi Thailand


AKURAT.CO Polisi Thailand menangkap dua pria setelah menghentikan sebuah mobil pikap yang membawa puluhan monyet dalam kantong jaring serta sejumlah metamfetamin. Kasus ini merupakan salah satu dari dua operasi besar yang terjadi pada hari yang sama, yang secara total berhasil menyelamatkan 143 monyet dari jaringan penyelundupan satwa liar.

Thailand selama ini dikenal sebagai pusat penting perdagangan satwa liar ilegal di kawasan, sebuah bisnis gelap bernilai hingga US$10 miliar per tahun menurut US Immigration and Customs Enforcement.

Kasus Pertama: Monyet Ditemukan di Ladang Tebu

Operasi pertama berlangsung di Distrik Khlong Hat, Thailand tenggara, dekat gran batas Kamboja. Tim patroli kehutanan yang sedang menyusuri area mendengar suara hewan yang tidak biasa dari ladang tebu. Saat memeriksa lokasi tersebut, petugas menemukan sepuluh keranjang plastik yang disembunyikan di antara tanam tumbuhan itu. Di dalamnya terdapat 62 monyet ekor panjang, spesies asli Asia Tenggara yang banyak digunakan dalam penelitian medis dan kini berstatus terancam punah menurut IUCN.

Monyet-monyet tersebut ditemukan dalam kondisi lemah karena diikat dalam kantong jaring biru. Sebanyak 44 ekor jantan dan 18 betina kemudian dievakuasi ke pusat penyelamatan satwa setempat untuk mendapatkan perawatan.

Kasus Kedua: 81 Monyet dan Narkoba dalam Satu Mobil Pikap

Beberapa jam kemudian, patroli di Distrik Aranyaprathet mendapati dua pria tengah menurunkan sejumlah kantong jaring dari sebuah mobil pikap di jalan pedesaan dekat perbatasan. Ketika didekati, kedua pria itu melarikan diri sehingga polisi melakukan pengejaran. Mereka akhirnya ditangkap dan diidentifikasi sebagai warga negara Thailand.

Di dalam mobil, polisi menemukan 81 monyet ekor panjang—30 jantan dan 51 betina—yang dijejalkan dalam kantong jaring, serta paket metamfetamin. Hewan-hewan itu langsung dibawa ke pusat penyelamatan satwa untuk penanganan lebih lanjut. Kedua tersangka kini menghadapi dakwaan atas kepemilikan dan perdagangan satwa dilindungi tanpa izin, disertai tuduhan terkait narkotika. Dalam penyelidikan awal, keduanya mengaku mendapat bayaran untuk menyelundupkan monyet-monyet tersebut ke Kamboja.

Perbatasan Jadi Titik Rawan Perdagangan Satwa

Direktur Divisi Konservasi Satwa Liar, Somruek Suppamitkrisana, mengatakan bahwa dua temuan berturut-turut ini menunjukkan kawasan perbatasan Thailand–Kamboja masih menjadi jalur favorit jaringan perdagangan satwa ilegal internasional, terutama untuk monyet ekor panjang yang sangat diminati di pasar gelap global.

Kasus Serupa Terus Berulang

Insiden penyelundupan satwa liar bukan hal baru di Thailand. Awal tahun ini, polisi menemukan dua bayi orangutan yang disembunyikan dalam sebuah keranjang di pom bensin di Bangkok. Pada November tahun lalu, hampir 1.000 kura-kura dan lemur langka diselamatkan sebelum dipulangkan ke Myanmar. Sementara itu, pada Maret 2024, seekor panda merah yang terancam punah bersama 86 hewan lainnya ditemukan di dalam koper di Bandara Bangkok saat hendak dibawa ke Mumbai.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.