Bahan Peledak Sitaan Meledak di Kantor Polisi Kashmir India, 9 Tewas dan 31 Luka

AKURAT.CO Sembilan orang tewas dan 31 lainnya luka-luka setelah bahan peledak sitaan meledak di sebuah kantor polisi di wilayah Kashmir yang dikelola India, Jumat (14/11) malam. Ledakan terjadi di kawasan Nowgam dan merusak bangunan kantor polisi serta sejumlah gedung di sekitarnya.
Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah ledakan mobil di New Delhi yang menewaskan sedikitnya 12 orang, memicu kekhawatiran meningkatnya ancaman keamanan di India.
Bahan peledak berasal dari Haryana
Menurut laporan AFP, bahan peledak yang meledak tersebut sebelumnya disita dari kawasan Faridabad, Haryana, awal pekan ini—hanya beberapa jam sebelum ledakan besar di New Delhi. Bahan berbahaya itu telah dikirim ke kantor polisi untuk keperluan pemeriksaan forensik lebih lanjut.
Direktur Jenderal Polisi setempat, Nalin Prabhat, menjelaskan bahwa proses penanganan dilakukan dengan sangat hati-hati karena sifat bahan yang "tidak stabil dan sensitif". Namun, pada Jumat sekitar pukul 23.20 waktu setempat, terjadi ledakan tidak disengaja selama proses pemeriksaan.
Korban mencakup polisi dan tim forensik
Para korban tewas dan luka mencakup personel kepolisian, anggota tim forensik, dua fotografer, serta beberapa pegawai pemerintah daerah.
“Bangunan kantor polisi mengalami kerusakan parah, dan bangunan-bangunan di sekitarnya turut terdampak,” kata Prabhat.
Insiden keamanan serius setelah ledakan di New Delhi
Ledakan di Nowgam menjadi salah satu insiden keamanan paling serius setelah peristiwa pada Senin lalu di New Delhi. Pemerintah India telah berkomitmen mengusut tuntas para pelaku dan pihak yang terlibat dalam serangan tersebut, yang disebut sebagai tindakan terorisme.
Kejadian ini juga mengingatkan publik pada insiden 22 April, ketika 26 warga sipil—kebanyakan beragama Hindu—tewas dalam serangan di kawasan wisata Pahalgam, Kashmir, yang sempat memicu ketegangan antara India dan Pakistan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









