Akurat

Fakta di Balik Pemutusan Hubungan Diplomatik Peru dengan Meksiko, Ada Masalah Percobaan Kudeta

Fitra Iskandar | 5 November 2025, 06:46 WIB
Fakta di Balik Pemutusan Hubungan Diplomatik Peru dengan Meksiko, Ada Masalah Percobaan Kudeta


AKURAT.CO Pemerintah Peru resmi memutuskan hubungan diplomatik dengan Meksiko setelah negara tersebut memberikan suaka politik kepada mantan Perdana Menteri Peru, Betssy Chávez, yang tengah menghadapi proses hukum terkait dugaan percobaan kudeta pada 2022.

Menteri Luar Negeri Peru, Hugo de Zela, menyatakan pihaknya merasa “terkejut dan menyesalkan” keputusan Meksiko memberi perlindungan kepada Chávez di Kedutaan Meksiko di Lima.

“Atas tindakan tidak bersahabat ini, pemerintah Peru memutuskan hubungan diplomatik dengan Meksiko mulai hari ini,” ujar Zela dalam konferensi pers.

Respons Meksiko: Keputusan Peru Dinilai Berlebihan

Pemerintah Meksiko melalui Kementerian Luar Negeri menilai langkah Peru tersebut sebagai keputusan yang “berlebihan dan tidak proporsional”.

Ketegangan antara kedua negara bukan hal baru, terutama sejak mantan Presiden Peru Pedro Castillo digulingkan dan ditangkap pada Desember 2022.

Kasus Betssy Chávez dan Tuduhan Percobaan Kudeta

Betssy Chávez ditahan pada Juni 2023 atas dugaan keterlibatannya dalam upaya Castillo membubarkan kongres dan mengambil alih kekuasaan secara ilegal.

Ia dibebaskan dengan jaminan pada September 2023 dan membantah seluruh tuduhan.

Jaksa Peru menuntut hukuman penjara 25 tahun untuk Chávez, sementara Castillo sendiri terancam 34 tahun penjara atas dakwaan pemberontakan dan penyalahgunaan kekuasaan.

Tuduhan Peru: Meksiko Campur Tangan Politik

Pemerintah Peru menuduh Meksiko berkali-kali ikut campur dalam urusan dalam negeri mereka, termasuk memberi suaka kepada keluarga Castillo pada 2022 dan pernyataan dukungan dari Presiden Meksiko saat itu, Andrés Manuel López Obrador.

“Meksiko berusaha menggambarkan pelaku percobaan kudeta sebagai korban. Padahal rakyat Peru memilih hidup dalam demokrasi,” kata Zela.

Hubungan Peru–Meksiko Memburuk Sejak 2022

Hubungan kedua negara terus memburuk sejak Castillo ditangkap. Setelah penggulingannya, Peru sempat mengusir duta besar Meksiko, lalu menarik pulang duta besar Peru dari Meksiko pada 2023.

Pedro Castillo, mantan guru sekolah dan tokoh serikat pekerja, dikenal sebagai presiden Peru pertama dari kalangan rakyat miskin. Namun masa pemerintahannya berakhir setelah ia dinyatakan melanggar konstitusi karena mencoba membubarkan parlemen dan mengambil alih kendali pemerintahan.

Krisis Politik Peru Berlanjut

Krisis politik di Peru belum usai. Presiden Dina Boluarte—pengganti Castillo—juga diberhentikan oleh kongres pada bulan lalu setelah gelombang protes besar terkait skandal politik dan meningkatnya angka kriminalitas.

Ketua Kongres José Jeri kini menjabat sebagai presiden sementara hingga pemilihan baru ditentukan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.