Akurat

Meski Israel Gempur Gaza, Trump Sebut Gencatan Senjata dengan Hamas Tetap Berlaku

Fitra Iskandar | 20 Oktober 2025, 09:05 WIB
Meski Israel Gempur Gaza, Trump Sebut Gencatan Senjata dengan Hamas Tetap Berlaku

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump memastikan bahwa gencatan senjata antara Israel dan Hamas masih tetap berlaku, meskipun militer Israel melancarkan serangan mematikan di Jalur Gaza. Serangan tersebut terjadi setelah Israel menuduh kelompok bersenjata Palestina melanggar kesepakatan gencatan senjata.

“Ya, memang,” kata Trump kepada wartawan di pesawat kepresidenan Air Force One saat ditanya apakah gencatan senjata masih berlaku.

Trump menegaskan, pimpinan Hamas tidak terlibat dalam dugaan pelanggaran tersebut. Ia menyebut insiden itu disebabkan oleh “beberapa pemberontak di dalamnya”. “Ini akan ditangani dengan benar dan tegas,” ujarnya.

Presiden AS itu juga berharap gencatan senjata yang ia bantu mediasi dapat terus berjalan damai. “Kami ingin memastikan gencatan senjata berlangsung dengan sangat damai bersama Hamas,” kata Trump, seraya menambahkan bahwa insiden penembakan yang terjadi kemungkinan bukan arahan dari pimpinan kelompok itu.

Sebelum pernyataan Trump, Wakil Presiden AS JD Vance menilai kekerasan di Gaza merupakan “kejang-kejang” yang wajar dalam proses gencatan senjata. “Hamas akan menyerang Israel, dan Israel harus merespons,” katanya kepada wartawan.

Vance menambahkan bahwa Hamas memiliki peluang terbaik untuk mencapai perdamaian jangka panjang, namun masih akan menghadapi banyak tantangan. Ia juga menyerukan negara-negara Teluk Arab untuk membangun “infrastruktur keamanan” yang kuat guna memastikan pelucutan senjata Hamas sebagai bagian dari kesepakatan damai.

Sementara itu, militer Israel menyatakan telah menegakkan kembali gencatan senjata setelah melancarkan serangan terhadap target di Gaza. Israel menuduh Hamas menyerang pasukannya dalam insiden paling serius sejak kesepakatan gencatan senjata sembilan hari lalu.

Badan pertahanan sipil Gaza yang berada di bawah otoritas Hamas melaporkan sedikitnya 45 orang tewas akibat serangan tersebut. Militer Israel mengatakan masih menyelidiki laporan korban jiwa itu.

Hamas juga membantah klaim Israel bahwa mereka telah melanggar gencatan senjata. Tuduhan itu disebut tidak berdasar.

Sementara menurut Kantor Media Pemerintah Gaza, seperti dikutip Aljazeera, Israel telah menewaskan sedikitnya 97 warga Palestina dan melukai 230 lainnya sejak dimulainya gencatan senjata, dan melanggar perjanjian gencatan senjata sebanyak 80 kali.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.