Trump Akan Restui Israel Serang Gaza Lagi Jika Hamas Tak Patuhi Kesepakatan

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendesak kelompok Hamas untuk sepenuhnya mematuhi kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza, Palestina, termasuk menyerahkan seluruh persenjataan mereka.
Seruan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara via telepon dengan CNN pada Rabu (15/10/2025) waktu setempat, seperti dikutip Anadolu Agency dan Al Arabiya, Kamis (16/10).
Trump menegaskan bahwa gencatan senjata hanya dapat dipertahankan jika Hamas melaksanakan seluruh komitmen yang telah disepakati, termasuk melucuti senjata dan menyerahkan jenazah para sandera yang tewas.
“Apa yang terjadi dengan Hamas akan segera diselesaikan,” kata Trump. “Pembebasan sandera yang masih hidup adalah hal paling penting, tapi Hamas juga harus menyerahkan jenazah yang masih mereka simpan dan melucuti persenjataan mereka.”
Ketika ditanya apa langkah AS jika Hamas menolak melucuti senjata, Trump menjawab singkat:
“Kita yang akan melucuti mereka.”
Trump juga menyinggung hubungan tegangnya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, atau yang akrab disapa “Bibi”.
“Saya harus menahan mereka,” ujarnya, merujuk pada militer Israel. “Kalau tidak, Israel sudah masuk lagi ke jalan-jalan Gaza.”
Isi Kesepakatan Gencatan Senjata
Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku sejak Jumat (10/10), Hamas diwajibkan menyerahkan total 48 sandera yang masih berada di Jalur Gaza. Jumlah tersebut terdiri atas 20 sandera yang masih hidup dan 28 jenazah.
Pada Senin (13/10), Hamas telah menyerahkan semua sandera yang masih hidup kepada Israel melalui Komite Palang Merah Internasional (ICRC). Sebagai imbalan, Israel membebaskan 1.968 tahanan Palestina dari berbagai penjara.
Namun hingga kini, dari 28 jenazah yang seharusnya diserahkan, Hamas baru mengirimkan sembilan jenazah melalui ICRC. Otoritas Israel menyebut salah satu jenazah yang diterima bukan sandera.
Ancaman Israel Lanjutkan Serangan
Menanggapi situasi itu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz memperingatkan bahwa negaranya siap melanjutkan operasi militer jika Hamas tidak menghormati seluruh ketentuan gencatan senjata.
“Jika Hamas menolak mematuhi perjanjian, Israel—dengan koordinasi Amerika Serikat—akan melanjutkan pertempuran untuk mencapai kekalahan total Hamas dan mengubah realitas di Gaza,” demikian pernyataan kantor Menhan Israel yang dikutip AFP, Kamis (16/10).
Respons Hamas
Sementara itu, sayap militer Hamas, Brigade Ezzedine Al-Qassam, menyatakan telah memenuhi kewajibannya dalam kesepakatan tersebut.
“Kami telah menyerahkan semua tahanan Israel yang masih hidup, serta jenazah yang dapat diakses,” kata Hamas dalam pernyataan di media sosial.
Hamas mengklaim masih ada beberapa jenazah yang belum bisa dievakuasi karena terperangkap di bawah reruntuhan dan memerlukan peralatan khusus untuk pengangkatan.
“Kami terus berupaya keras untuk menyelesaikan masalah ini,” tambah pernyataan itu.
Tembakan di Tengah Gencatan Senjata
Meski gencatan senjata tengah berlaku, militer Israel dilaporkan tetap melepaskan tembakan di Jalur Gaza bagian utara pada Selasa (14/10).
Menurut Reuters, Israel mengklaim pasukannya menembak sejumlah orang yang dianggap “tersangka” karena mendekati area militer. Namun, otoritas kesehatan Gaza menyebut sedikitnya enam warga Palestina tewas akibat insiden itu.
Militer Israel menyatakan bahwa tindakan tersebut dilakukan karena para warga melanggar batas wilayah penarikan pasukan yang telah disepakati dalam perjanjian gencatan senjata.
Di sisi lain, otoritas kesehatan Gaza melaporkan bahwa sebagian korban tewas akibat serangan drone Israel di kawasan timur Kota Gaza saat sejumlah warga memeriksa rumah-rumah mereka yang hancur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









