Malaysia Apresiasi Turki atas Pembebasan 9 Aktivis dari Tahanan Israel

AKURAT.CO Pemerintah Malaysia menyampaikan apresiasi kepada Turki atas kerja sama erat dalam membebaskan dan memulangkan sembilan aktivis Malaysia yang ditahan oleh Israel. Para aktivis itu bagian dari misi kemanusiaan Freedom Flotilla Coalition dan Seribu Madleens to Gaza (FFC x TMTG) pada 8 Oktober lalu.
Wakil Menteri Urusan Agama di Departemen Perdana Menteri, Dr. Zulkifli Hasan, mengatakan keberhasilan tersebut tidak lepas dari hubungan dekat antara Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Berkat komunikasi diplomatik yang intens, seluruh relawan yang ditahan berhasil dibebaskan pada 10 Oktober dan diterbangkan ke Istanbul.
“Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta'ala atas keberhasilan misi pemulangan sembilan peserta FFC dan TMTG dari Istanbul. Pemerintah Malaysia menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada negara-negara sahabat atas dukungan dan kerja sama diplomatik mereka,” ujar Zulkifli dalam konferensi pers usai menyambut kedatangan para relawan di Kuala Lumpur.
Zulkifli menegaskan, pembebasan ini mencerminkan komitmen berkelanjutan pemerintah Malaysia dalam menjaga keselamatan dan kesejahteraan warganya, sejalan dengan nilai inti Ihsan dalam kerangka Malaysia Madani.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat, termasuk kementerian, lembaga pemerintah, dan organisasi kemanusiaan seperti Humanitarian Care Malaysia (MyCARE), yang turut berperan dalam memastikan kepulangan para relawan dengan selamat.
“Pemerintah akan terus bekerja dengan penuh komitmen dan tanggung jawab untuk melindungi keselamatan warga negara Malaysia di mana pun mereka berada, sesuai dengan hukum domestik maupun internasional,” tambahnya.
Para aktivis tersebut tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada Minggu (12/10) pukul 16.01 waktu setempat dengan pesawat Turkish Airlines TK60 dari Istanbul.
Kedelapan relawan yang berada di kapal Conscience adalah Ketua Delegasi Malaysia Prof Emeritus Dr Mohd Alauddin Mohd Ali, Dr Fauziah Mohd Hassan, Dr Hafiz Sulaiman, Dr Ili Syakira Mohd Suhaimi, Prof Dr Mohd Afandi Salleh, Dr Noorhasyimah Ismail, Norsham Abu Bakar, dan jurnalis Astro Awani Syafik Shukri Abdul Jalil. Seorang dokter lainnya, Dr Maziah Muhammad, turut dalam penerbangan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







