AS Batasi Belanja Diplomat Iran di PBB: Aturan Baru Perketat Kunjungan New York

AKURAT.CO Kunjungan delegasi Iran ke markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York kerap menjadi sorotan bukan hanya karena pidato politik mereka, tetapi juga karena kebiasaan berbelanja barang-barang Amerika yang memicu kritik di dalam negeri. Kini, kebiasaan itu mendapat pembatasan ketat dari Amerika Serikat. Pemerintahan Donald Trump resmi melarang diplomat Iran berbelanja produk tertentu selama berada di New York, kebijakan yang menambah ketegangan hubungan Washington–Teheran.
AS Batasi Belanja Delegasi Iran di New York
Selama bertahun-tahun, diplomat Iran di PBB kerap diberitakan memuat truk berisi barang-barang konsumsi Amerika, mulai dari elektronik hingga kebutuhan rumah tangga. Video delegasi yang berbelanja besar-besaran di Manhattan sering menimbulkan kontroversi di Iran, di mana sanksi ekonomi membuat banyak produk menjadi langka atau mahal.
Kini, kebiasaan itu resmi dibatasi. Aturan baru Departemen Luar Negeri AS mewajibkan setiap diplomat Iran yang bertugas di New York untuk meminta izin pemerintah sebelum berbelanja. Persetujuan ini diperlukan jika mereka hendak berbelanja di klub grosir seperti Costco atau Sam's Club, membeli barang mewah bernilai lebih dari 1.000 dolar AS, atau bahkan membeli kendaraan dengan harga di atas 60.000 dolar AS.
Departemen Luar Negeri menegaskan, kebijakan tersebut bertujuan mencegah “elit ulama rezim Iran berbelanja mewah di New York, sementara rakyat Iran menderita kemiskinan dan infrastruktur yang rusak.”
Rekam Jejak Belanja Delegasi Iran
Kritik terhadap delegasi Iran di PBB sudah lama berlangsung. Pada 2012, rombongan Presiden Mahmoud Ahmadinejad yang menginap di Hotel Warwick menuai kecaman karena berbelanja di tengah sanksi berat. Media sosial bahkan menampilkan karikatur Ahmadinejad mengenakan kaus “I Love New York.”
Kejadian serupa terulang pada 2022 ketika mantan Presiden Ebrahim Raisi berkunjung ke PBB. Rekaman memperlihatkan staf hotel memuat kardus berisi popok bayi, suplemen, peralatan dapur, dan barang konsumsi lain ke dalam truk. Momen itu bertepatan dengan protes nasional “Perempuan, Hidup, Kebebasan,” yang membuat citra pemerintah Iran makin buruk di mata publik domestik.
Batas Gerak Diplomat Iran
Sejak krisis penyanderaan 1980-an, diplomat Iran di PBB hanya diizinkan bergerak dalam radius 25 mil dari pusat Manhattan—aturan yang juga berlaku bagi diplomat Kuba, Korea Utara, dan Suriah. Pada 2019, pemerintahan Trump memperketatnya dengan membatasi pergerakan ke area tertentu seperti markas besar PBB, kantor misi, kediaman duta besar, dan Bandara JFK. Setiap perjalanan tambahan memerlukan izin minimal lima hari sebelumnya.
Larangan belanja kali ini menambah panjang daftar pembatasan. Menurut pakar hukum internasional, AS memang hanya diwajibkan menjamin diplomat bisa menjalankan tugas resmi; belanja pribadi tidak termasuk hak diplomatik.
Respons Iran dan Dampak Politik
Teheran mengecam kebijakan ini sebagai “pelecehan hukum.” Abbas Mousavi, Wakil Kepala Protokol Kantor Kepresidenan Iran, menilai langkah AS “melanggar hukum,” meski ia mengakui tindakan tersebut sudah diprediksi. Media dan warganet Iran sendiri menilai belanja besar-besaran delegasi sebagai kemunafikan, mengingat rakyat Iran tengah kesulitan ekonomi akibat sanksi.
Bagi Washington, kebijakan ini menjadi bagian dari kampanye tekanan maksimum terhadap Iran, bersamaan dengan pembatasan visa dan aturan perjalanan tambahan bagi delegasi negara lain selama Sidang Umum PBB.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








