Demo Pro-Palestina Hentikan Balap Sepeda Vuelta a España, Israel Kecam PM Spanyol Pedro Sanchez

AKURAT.CO Pemerintah Israel mengecam Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, menyebutnya sebagai “aib” setelah aksi demonstrasi pro-Palestina memaksa etape terakhir balap sepeda bergengsi Vuelta a España 2025 dihentikan lebih awal pada Minggu (14/9).
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menuduh Sanchez “mendorong para demonstran untuk turun ke jalan” lewat pernyataan yang dianggap provokatif. Beberapa jam sebelumnya, ratusan pengunjuk rasa memblokir rute balapan di Madrid sebagai bentuk protes terhadap keikutsertaan tim Israel-Premier Tech yang dianggap mewakili negara Israel.
Demonstrasi Pro-Palestina Ganggu Vuelta a España
Aksi protes yang menuntut diakhirinya perang di Gaza telah mengganggu beberapa etape Vuelta a España selama tiga minggu terakhir. Pada etape final, demonstran bentrok dengan polisi, menyerbu jalur balap, dan memaksa penyelenggara menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.
Reaksi Politik di Spanyol
Insiden ini memicu perdebatan panas di politik Spanyol. Partai oposisi Partai Populer (PP) menuding pemerintah sayap kiri Sanchez membiarkan “aib internasional” terjadi. Wali Kota Madrid, Jose Luis Martinez-Almeida, menilai kekacauan itu “buah dari kebencian dan kekerasan yang didorong pemimpin sayap kiri.”
Sebaliknya, Wakil Perdana Menteri Yolanda Diaz memuji masyarakat Spanyol yang “memberikan pelajaran kepada dunia,” seraya mengkritik Israel yang dituduh melakukan genosida di Gaza.
Pernyataan Pedro Sanchez
Sebelum etape terakhir, Sanchez menyatakan kebanggaannya pada rakyat Spanyol yang “menjadi contoh bagi komunitas internasional dalam membela hak asasi manusia.” Komentar ini segera menuai kecaman Israel.
Tim Israel-Premier Tech Tetap Berlaga
Tim Israel-Premier Tech, milik pengusaha Israel-Kanada Sylvan Adams, menegaskan mereka adalah klub swasta dan bukan perwakilan negara. Namun, tim ini mendapat dukungan dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu karena tetap bertanding di tengah protes keras.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Dukung Mesir Amankan Hak Air di Sungai Nil: Indonesia Prihatin Atas Upaya Pelanggaran Hukum Internasional
- 10Prabowo dan El-Sisi Tingkatkan Kerja Sama Pendidikan, Mesir Beri Tambahan Beasiswa untuk Mahasiswa Indonesia






