Apa Itu Kleptokrasi? Contoh Kasus Terbesar di Dunia dan Dampaknya

AKURAT.CO Kleptokrasi atau rule by thieves merupakan fenomena politik yang semakin disorot oleh media internasional. Istilah ini merujuk pada pemerintahan yang dikuasai oleh pejabat korup yang memanfaatkan kekuasaan publik untuk memperkaya diri sendiri dan kelompoknya. Hal ini terjadi di negara berkembang dan memanfaatkan sistem keuangan global serta membuat dampaknya terasa hingga ke level internasional.
Dilansir dari Journal of Democracy, kleptokrasi modern kini tidak hanya mencuri uang negara, tetapi juga mencuci reputasi melalui penggunaan media, lembaga internasional, dan investasi legal untuk menciptakan citra yang sah di mata publik.
Kleptokrasi biasanya dijalankan oleh pemimpin negara yang memanfaatkan jabatannya untuk mengambil alih sumber daya nasional. Mereka mengalihkan dana publik melalui perusahaan fiktif, rekening luar negeri, atau investasi mewah di negara lain. Hal ini telah berlangsung selama beberapa dekade.
Mulai dari masa pemerintahan Ferdinand Marcos di Filipina hingga skandal 1MDB di Malaysia. Pola ini mengikis kepercayaan masyarakat dan melemahkan institusi penegak hukum dan menjadikan negara semakin sulit keluar dari jeratan korupsi.
Baca Juga: 7 Negara Paling Korup di Dunia, Bagaimana Posisi Indonesia?
Kleptokrasi dapat ditemukan di berbagai belahan dunia seperti dari Asia, Afrika, hingga Eropa Timur.
Pemerintah yang korup memusatkan kekayaan pada kelompok elite, meninggalkan rakyat dalam kemiskinan dan kesenjangan sosial yang melebar.
Globalisasi dan sistem perbankan internasional turut mempermudah pengalihan dana secara rahasia, membuat kleptokrat semakin sulit ditangkap dan diadili.
Motivasi utama terjadinya kleptokrasi adalah kepentingan pribadi para elite yang ingin mempertahankan kekuasaan, melindungi aset mereka, dan mengamankan posisi politik.
Mereka sering menggunakan taktik pencitraan untuk mengaburkan jejak korupsi, bahkan dengan melakukan kegiatan filantropi agar terlihat seolah-olah berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat. Hal ini membuat rakyat sulit membedakan antara kebijakan yang benar-benar berpihak pada kepentingan publik atau hanya alat untuk mempertahankan legitimasi penguasa.
Contoh Kasus Kleptokrasi di Dunia
1. Ferdinand Marcos (Filipina, 1965–1986)
Marcos dan keluarganya dituduh menimbun lebih dari USD 5 miliar yang disimpan di rekening rahasia luar negeri. Kekayaannya digunakan untuk membeli properti mewah dan barang-barang berharga sementara rakyat Filipina mengalami krisis ekonomi.
2. Mobutu Sese Seko (Zaire/Kongo, 1965–1997)
Mobutu dikenal sebagai simbol kleptokrasi Afrika. Ia mengalihkan miliaran dolar dari hasil ekspor mineral negara, membangun istana mewah, sementara infrastruktur negara hancur dan masyarakat hidup dalam kemiskinan ekstrem.
3. Jean-Claude Duvalier (Haiti, 1971–1986)
Duvalier menggelapkan jutaan dolar dari dana publik dan memindahkannya ke bank-bank Eropa. Pemerintahannya penuh dengan represi politik dan membuat Haiti terjebak dalam siklus kemiskinan yang panjang.
4. Skandal 1MDB (Malaysia, 2009–2015)
Skandal keuangan ini melibatkan pengalihan miliaran dolar dari dana investasi negara ke rekening pribadi dan pembelian aset mewah di luar negeri. Kasus ini menjadi sorotan global karena melibatkan jaringan internasional.
Baca Juga: Menanti Presiden Baru Filipina, Putra Mantan Diktator Ferdinand Marcos Jadi Kandidat Terkuat
Dampak dari Kleptokrasi
1. Krisis Ekonomi
Dana publik yang seharusnya digunakan untuk kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur malah dialihkan. Akibatnya, kualitas hidup masyarakat menurun dan pertumbuhan ekonomi melambat.
2. Keruntuhan Institusi
Lembaga penegak hukum, parlemen, dan media dilemahkan agar tidak bisa mengungkap praktik korupsi. Hal ini membuat negara semakin sulit pulih dari krisis tata kelola.
3. Ketimpangan Sosial
Kekayaan hanya berputar di kalangan elite. Rakyat miskin semakin menderita karena subsidi dan bantuan sosial berkurang, sementara biaya hidup terus naik.
4. Hilangnya Kepercayaan Publik
Masyarakat kehilangan keyakinan terhadap pemerintah, yang akhirnya memicu protes, kerusuhan sosial, bahkan revolusi politik di beberapa negara.
5. Ancaman terhadap Demokrasi
Sistem demokrasi hanya menjadi formalitas karena keputusan diambil untuk kepentingan segelintir orang, bukan suara mayoritas rakyat.
Kleptokrasi adalah ancaman global yang merusak fondasi demokrasi dan kesejahteraan masyarakat. Pahami contoh kasus dan dampaknya agar masyarakat dapat mendorong transparansi, memperkuat hukum, dan menuntut akuntabilitas dari para pemimpin.
Kesadaran publik dan kerjasama internasional adalah kunci untuk memutus siklus korupsi yang merugikan generasi mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









