Thaksin Ditahan di Penjara Klong Prem, Masa Perawatan Rumah Sakit Tak Diakui

AKURAT.CO Mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, resmi ditahan untuk menjalani hukuman satu tahun di Penjara Pusat Klong Prem. Keputusan ini diambil setelah Mahkamah Agung memutuskan bahwa masa perawatan panjangnya di rumah sakit VIP tidak bisa dihitung sebagai masa tahanan sah.
Proses Penahanan Thaksin
Pada Selasa (9/9), Divisi Pidana Mahkamah Agung untuk jabatan politik memerintahkan agar Thaksin ditahan di Penjara Tahanan Bangkok sebagai tahap awal. Di fasilitas transit itu, ia menjalani prosedur standar narapidana, mulai dari pemeriksaan identitas, pengecekan kesehatan, hingga klasifikasi ruang tahanan.
Sore harinya, sekitar pukul 17.30 waktu setempat, Thaksin dipindahkan ke Penjara Klong Prem di distrik Chatuchak. Pemindahan ini dilakukan sesuai prosedur resmi Departemen Pemasyarakatan, menyusul vonis pengadilan yang menegaskan kewajiban mantan perdana menteri itu menjalani hukuman penuh.
Putusan Mahkamah Agung: Rawat Inap Tidak Sah
Dalam keputusannya, Mahkamah Agung menyatakan Thaksin tidak dalam kondisi kritis saat dirawat di Rumah Sakit Polisi. Panel hakim menilai perawatan jangka panjang di fasilitas tersebut tidak sah, karena seharusnya ia ditempatkan di Rumah Sakit Pemasyarakatan yang jaraknya hanya 200 meter.
Hakim juga menyoroti bahwa Thaksin menolak menjalani operasi besar dan hanya memilih perawatan ringan, yang dinilai sebagai cara untuk menghindari penahanan di dalam penjara.
Latar Belakang Kasus Thaksin
Thaksin awalnya divonis delapan tahun penjara atas kasus korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, tetapi hukuman itu dipotong menjadi satu tahun melalui pengampunan raja. Meski sempat bebas dengan alasan kesehatan, kini Mahkamah Agung menegaskan ia tetap harus ditahan.
Kasus ini juga mempertegas kemunduran politik keluarga Shinawatra. Beberapa hari sebelumnya, putrinya yang juga Perdana Menteri, Paetongtarn Shinawatra, diberhentikan dari jabatannya karena melanggar etika politik.
Dampak Politik di Thailand
Penahanan Thaksin menjadi simbol berakhirnya dominasi politik keluarga Shinawatra setelah lebih dari dua dekade. Partai Pheu Thai yang didukungnya kini kehilangan kekuasaan dan digantikan pemerintahan konservatif pimpinan Anutin Charnvirakul.
Meski begitu, sejumlah analis percaya Thaksin masih memiliki pengaruh terselubung, terutama di kalangan loyalisnya yang tersebar di pedesaan Thailand.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









