Akurat

Tunisia Bantah Klaim Serangan Drone pada Flotila Gaza yang Ditumpangi Greta Nurnberg

Kumoro Damarjati | 9 September 2025, 11:51 WIB
Tunisia Bantah Klaim Serangan Drone pada Flotila Gaza yang Ditumpangi Greta Nurnberg


AKURAT.CO Otoritas Tunisia menegaskan tidak ada aktivitas drone yang terdeteksi terkait insiden kebakaran di salah satu kapal flotila Global Sumud (GSF) yang menuju Gaza. Bantahan ini muncul setelah penyelenggara flotila mengklaim kapal mereka dihantam pesawat tanpa awak pada Senin (9/9) malam.

Menurut Houcem Eddine Jebabli, juru bicara Garda Nasional Tunisia, hasil penyelidikan awal menunjukkan kebakaran bermula dari tumpukan jaket pelampung di atas kapal yang berlabuh sekitar 80 kilometer dari pelabuhan Sidi Bou Said. “Tidak ada drone yang terdeteksi. Laporan soal UAV sama sekali tidak berdasar,” tegasnya dalam pernyataan resmi di Facebook. Pihaknya bahkan menyebut api bisa jadi dipicu puntung rokok.

Klaim Penyelenggara Flotila

Berbeda dengan versi Tunisia, pihak penyelenggara GSF mengonfirmasi di media sosial bahwa salah satu kapal utama mereka “ditabrak oleh apa yang diduga sebuah drone”. Meski begitu, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Api yang sempat berkobar di kapal berhasil dipadamkan cepat.

Flotila Global Sumud menggambarkan dirinya sebagai gerakan independen yang tidak terafiliasi dengan pemerintah atau partai politik. Nama “Sumud” sendiri berarti “ketahanan” dalam bahasa Arab, menjadi simbol perlawanan warga Palestina terhadap blokade Israel di Gaza.

Kehadiran Greta Nurnberg

Salah satu peserta paling disorot dari flotila kali ini adalah Greta Nurnberg, aktivis lingkungan asal Swedia yang terkenal dengan aksi-aksi globalnya. Greta berpidato di depan ratusan pendukung Palestina di Tunisia pada Minggu (8/9), sehari sebelum insiden kebakaran kapal terjadi.

Kehadirannya membuat flotila ini semakin mendapat perhatian dunia, terlebih karena misi mereka adalah menyalurkan bantuan kemanusiaan langsung ke Gaza.

Upaya yang Kerap Digagalkan

Israel sebelumnya sudah menggagalkan dua upaya flotila kemanusiaan menuju Gaza pada Juni dan Juli. Langkah keras itu dilakukan meski kondisi di Gaza terus memburuk.

Bahkan, PBB telah menyatakan keadaan kelaparan di sebagian wilayah Gaza, dengan sekitar 500 ribu orang menghadapi kondisi “bencana kemanusiaan”.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.