Akurat

Penembakan di Yerusalem Tewaskan 6 Orang, Israel Perketat Keamanan

Fitra Iskandar | 8 September 2025, 21:39 WIB
Penembakan di Yerusalem Tewaskan 6 Orang, Israel Perketat Keamanan


AKURAT.CO Yerusalem kembali diguncang aksi kekerasan. Pada Senin pagi (8/9), dua penyerang Palestina menembaki warga yang sedang menunggu bus di sebuah halte sibuk. Serangan itu menewaskan enam orang dan melukai sedikitnya 12 lainnya, menurut pejabat Israel.

Polisi menyebutkan, kedua penyerang berhasil ditembak mati di lokasi kejadian oleh seorang tentara Israel dan warga sipil bersenjata. Seorang pria ketiga juga ditangkap karena diduga terkait dengan serangan tersebut. Rekaman yang beredar memperlihatkan kepanikan warga yang berlarian menyelamatkan diri. Kaca bus pecah penuh lubang peluru, sementara barang-barang korban berserakan di jalan.

Kekerasan Meningkat di Tengah Perang Gaza

Perang di Gaza yang terus berlangsung sejak Oktober 2023 telah memicu lonjakan kekerasan, baik di Israel maupun di Tepi Barat. Penembakan di Yerusalem kali ini disebut sebagai yang paling mematikan sejak Oktober 2024.

Pejuang Palestina sebelumnya juga melakukan sejumlah serangan terhadap warga Israel, sementara aksi kekerasan pemukim Yahudi terhadap warga Palestina turut meningkat. Hamas memuji serangan di Yerusalem sebagai “respons alami terhadap kejahatan pendudukan”, meski tidak mengklaim bertanggung jawab langsung.

Netanyahu Tunda Sidang Korupsi, Tinjau Lokasi Serangan

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu langsung mendatangi lokasi penembakan sekitar dua jam setelah insiden. Kehadirannya membuat sidang kasus korupsi yang sedang ia jalani ditunda.

“Kita sedang berperang di berbagai front — Gaza, Tepi Barat, dan di dalam Israel sendiri,” kata Netanyahu. Ia juga memuji pasukan yang berhasil melumpuhkan penyerang, termasuk tentara dari unit ultra-Ortodoks yang baru dibentuk.

Respons Keamanan Israel

Ratusan pasukan keamanan dikerahkan ke lokasi untuk memastikan tidak ada penyerang lain atau bom yang ditanam. Polisi kemudian menangkap seorang warga Yerusalem timur yang diduga terlibat dalam serangan.

Sebagai respons, militer Israel mengepung sejumlah desa di sekitar Ramallah, Tepi Barat, dan memperketat pertahanan di beberapa titik strategis.

Rekam Jejak Serangan Serupa

Penembakan di Yerusalem ini mengingatkan pada insiden Oktober 2024, ketika dua warga Palestina melepaskan tembakan di kereta ringan Tel Aviv, menewaskan tujuh orang. Saat itu, sayap militer Hamas mengaku bertanggung jawab.

Menurut data PBB, sejak perang Gaza pecah pada 7 Oktober 2023 hingga Juli 2025, sedikitnya 49 warga Israel tewas akibat serangan warga Palestina di Israel maupun Tepi Barat. Pada periode yang sama, pasukan dan warga sipil Israel menewaskan lebih dari 968 warga Palestina, termasuk pejuang, pelempar batu, dan warga sipil yang tidak terlibat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.