Japan Airlines Kembali Tersandung Kasus Pilot Mabuk, 630 Penumpang Terdampak

AKURAT.CO Japan Airlines (JAL) kembali diterpa skandal terkait alkohol. Tiga penerbangan dari Hawaii menuju Jepang terpaksa ditunda, dua di antaranya hingga 18 jam, setelah seorang pilot kedapatan mengonsumsi minuman beralkohol. Peristiwa ini diumumkan maskapai pada Selasa, 3 September.
Insiden terjadi pada 28 Agustus, ketika seorang kapten yang dijadwalkan menerbangkan rute Honolulu–Bandara Internasional Chubu Centrair, Jepang, mengaku sakit. Belakangan terungkap, ia meminum alkohol sehari sebelumnya di sebuah hotel.
JAL kemudian menyiapkan pilot pengganti. Namun keterlambatan itu berdampak pada dua penerbangan lain dengan tujuan Bandara Haneda, Tokyo. Total sekitar 630 penumpang terdampak penundaan tersebut.
Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang langsung turun tangan. Pada 3 September, pejabat kementerian mendatangi kantor pusat JAL di Tokyo untuk melakukan investigasi.
Rentetan Kasus Alkohol di JAL
Insiden ini bukan yang pertama bagi Japan Airlines. Maskapai tersebut sebelumnya sudah beberapa kali tersandung kasus serupa:
-
Desember 2023: JAL mendapat perintah perbaikan bisnis setelah insiden alkohol yang melibatkan karyawan.
-
April 2024: Seorang kapten diperingatkan polisi di Amerika Serikat karena membuat keributan saat mabuk di hotel.
-
Desember 2024: Dua pilot gagal tes alkohol pra-penerbangan di Melbourne, Australia, sehingga penerbangan ke Jepang tertunda.
-
Januari 2025: JAL menyerahkan rencana perbaikan kepada Kementerian Perhubungan, termasuk daftar karyawan dengan riwayat konsumsi alkohol berlebihan untuk pemantauan.
Kasus terbaru ini kembali menambah catatan buruk JAL dalam mengelola disiplin awaknya. Maskapai dituntut lebih tegas agar kepercayaan publik tidak semakin merosot.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









