Akurat

Aktor Peraih Oscar Javier Bardem Kecam Israel: IDF Adopsi Logika Teror Nazi

Kumoro Damarjati | 22 Agustus 2025, 21:08 WIB
Aktor Peraih Oscar Javier Bardem Kecam Israel: IDF Adopsi Logika Teror Nazi


AKURAT.CO Aktor Spanyol peraih Oscar, Javier Bardem, kembali melontarkan kritik keras terhadap Israel. Ia menuduh tentara Israel atau Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengadopsi “logika teror dan dehumanisasi” ala Nazi terhadap rakyat Palestina.

Melalui akun Instagram miliknya, Bardem membagikan sebuah video yang menampilkan seorang penembak jitu Israel menembak seorang pria Palestina hanya untuk bersenang-senang. Dalam unggahannya, Bardem menulis: “IDF adalah NAZI.”

Bandingkan dengan Adegan Film Schindler’s List

Bardem menilai aksi tersebut mirip dengan adegan dalam film Schindler’s List, khususnya sosok perwira Nazi Amon Goth. Ia menyebut karakter itu sebagai simbol banalitas kejahatan dan impunitas kekejaman dalam aparat militer yang represif.

“Logika teror dan dehumanisasi yang sama kini diterapkan IDF terhadap rakyat Palestina,” tegas Bardem.

Video yang ia unggah sebenarnya pertama kali beredar pada 2018. Rekaman itu diyakini berasal dari insiden Desember 2017, ketika seorang penembak jitu Israel menembak dan melukai warga Palestina di bagian kaki.

Kritik Lama Bardem terhadap Israel

Javier Bardem memang dikenal vokal dalam mengkritik kebijakan Israel. Sebelumnya, ia mengecam serangan militer di Gaza yang menurutnya merupakan “kejahatan terhadap kemanusiaan.” Ia juga mendesak masyarakat internasional untuk meminta pertanggungjawaban pemerintah Israel atas aksi-aksi tersebut.

Investigasi Media: Mayoritas Korban adalah Warga Sipil

Sejalan dengan kritik Bardem, laporan investigasi gabungan The Guardian, +972 Magazine, dan Local Call mengungkapkan bahwa lima dari enam warga Palestina yang tewas oleh tentara Israel di Gaza adalah warga sipil. Temuan ini berasal dari data militer Israel sendiri.

Sejak Oktober 2023, kampanye militer Israel telah menewaskan lebih dari 62.100 warga Palestina di Gaza. Serangan itu juga menghancurkan sebagian besar wilayah kantong, memicu krisis pangan, dan menyebabkan ribuan kematian akibat kelaparan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.