Akurat

Harapan Baru Perdamaian Gaza: Hamas Setuju Rencana Gencatan Senjata

Kumoro Damarjati | 18 Agustus 2025, 22:45 WIB
Harapan Baru Perdamaian Gaza: Hamas Setuju Rencana Gencatan Senjata

AKURAT.CO Harapan baru muncul dalam upaya menuju gencatan senjata Israel Hamas setelah berbulan-bulan perundingan yang berjalan alot. Pada Senin ini, seorang sumber dari Hamas mengatakan kepada AFP bahwa kelompok tersebut akhirnya menyetujui proposal terbaru dari para mediator internasional untuk menghentikan pertempuran di Gaza, wilayah yang telah hancur akibat perang lebih dari 22 bulan.

“Hamas telah menyampaikan tanggapan kepada para mediator, mengonfirmasi bahwa Hamas dan faksi-faksi telah menyetujui proposal gencatan senjata baru tanpa meminta amandemen apa pun,” ungkap sumber Hamas itu, yang identitasnya dirahasiakan.

Sumber Palestina lain yang mengetahui proses negosiasi menambahkan bahwa para mediator “diharapkan mengumumkan kesepakatan dan menetapkan tanggal dimulainya kembali perundingan.” Menurutnya, mediator juga memberikan jaminan kepada Hamas dan faksi-faksi Palestina bahwa perjanjian akan dijalankan, sekaligus memastikan adanya kelanjutan pembicaraan menuju solusi permanen.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Israel terkait perkembangan terbaru ini. Namun, upaya mediasi yang dipimpin Mesir dan Qatar dengan dukungan Amerika Serikat memberi harapan baru setelah berbagai usaha sebelumnya gagal menghentikan konflik yang memasuki bulan ke-23 dan menciptakan krisis kemanusiaan di Jalur Gaza.

Seorang pejabat Palestina mengatakan bahwa proposal terbaru berisi rencana gencatan senjata awal selama 60 hari yang disertai pembebasan sandera dalam dua tahap. Menurut sumber dari kelompok Jihad Islam—yang juga terlibat dalam perlawanan di Gaza—tahap pertama mencakup pembebasan 10 sandera Israel hidup-hidup serta sejumlah jenazah. Pada tahap kedua, para tawanan yang tersisa akan dibebaskan, diikuti negosiasi lanjutan untuk mencapai kesepakatan perdamaian yang lebih luas dengan jaminan internasional.

Sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan 1.219 orang, sebagian besar warga sipil Israel, konflik ini terus menelan korban jiwa. Dari 251 sandera yang diculik dalam serangan tersebut, 49 orang masih ditahan di Gaza, termasuk 27 yang menurut militer Israel telah meninggal dunia.

Sementara itu, serangan balasan Israel ke Gaza telah menewaskan lebih dari 62 ribu orang, mayoritas warga sipil, berdasarkan data Kementerian Kesehatan Gaza yang dianggap kredibel oleh PBB. Angka ini menggambarkan betapa mendesaknya kebutuhan akan perdamaian Gaza dan gencatan senjata yang nyata demi menyelamatkan nyawa warga sipil yang terus menjadi korban.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.