Akurat

63 Pekerja Migran Terkapar di Kuwait, Tambah Daftar Panjang Keracunan Massal Metanol di Dunia

Kumoro Damarjati | 14 Agustus 2025, 20:00 WIB
  63 Pekerja Migran Terkapar di Kuwait, Tambah Daftar Panjang Keracunan Massal Metanol di Dunia

AKURAT.CO Metanol merupakan alkohol industri yang sangat beracun, digunakan dalam cat, pelarut, dan bahan kimia industri. Karena warnanya jernih dan baunya mirip dengan etanol—alkohol minuman—metanol sering tak terdeteksi dan berakibat fatal. Cukup seteguk kecil, keracunan metanol dapat menyebabkan kebutaan permanen, dan 30 ml saja sudah berpotensi menyebabkan kematian.

Sayangnya bahaya itu tidak disadari puluhan orang di Kuwait yang menenggak alkohol akhir pekan kemarin. Sebagian pun bertumbangan tak bernyawa. Berdasarkan pengumuman Kementerian Kesehatan Kuwait, sejak Sabtu lalu (9/8), rumah sakit telah mencatat 63 kasus keracunan alkohol akibat minuman yang terkontaminasi metanol.

Dari jumlah ini, 13 pekerja migran Asia meninggal dunia. Sangat parah, 31 pasien memerlukan ventilator, 51 pasien menjalani dialisis darurat, dan 21 pasien mengalami kebutaan permanen atau gangguan penglihatan berat.

Kementerian Kuwait pun kembali mengingatkan bahwa metanol ekstrem berbahaya, bahkan dalam jumlah kecil, dan pelaporan segera atas setiap dugaan kasus melalui rumah sakit atau hotline resmi. Penyelidikan aktif juga dilakukan untuk menelusuri sumber alkohol yang terkontaminasi, sementara agitasi distribusi ilegal terus dimonitor oleh aparat keamanan.

Kasus keracunan minuman alkohol yang terkontaminasi metanol, bukan kali ini saja terjadi. Umumnya, kasus terjadi di negara-negara berkembang. Indonesia pun disebut sebagai salah satu negara yang cukup sering mengalami kasus keracunan dari cairan mematikan itu.

Kasus-Kasus Keracunan Alkohol terkontaminasi Metanol di Dunia

India – Tamil Nadu, Juni 2024

Pada 20 Juni 2024 di distrik Kallakurichi, Tamil Nadu, setidaknya 65 orang meninggal dan lebih dari 200 dirawat setelah menenggak minuman keras ilegal yang tercemar metanol. Korban mayoritas berasal dari kelompok sosial ekonomi rendah.

Laos – Vang Vieng, November 2024

Enam orang meninggal setelah minuman di bar di Vang Vieng, termasuk turis dari Australia, AS, Inggris, dan Denmark. Diduga kuat minuman tersebut tercemar metanol—hal yang memicu kekhawatiran global terhadap wisatawan di Asia Tenggara.

Indonesia & Asia (Global)

Lembaga seperti Médecins Sans Frontières (MSF) mencatat bahwa setiap tahun terjadi ribuan kasus keracunan metanol, dengan fatalitas antara 20%–40%. Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah kasus tertinggi, sering terjadi akibat konsumsi “arak oplosan” di Bali, Lombok, dan Gili.

Peru, 2022

Publikasi oleh CBS News/AFP melaporkan bahwa sejak pertengahan September 2022, tercatat 117 kasus keracunan metanol, dengan 54 korban tewas, akibat minuman botolan rasa yang terkontaminasi.

India – Assam, Februari 2019

Di Assam, lebih dari 168 orang meninggal dan ratusan dirawat setelah mengonsumsi alkohol palsu yang tercemar metanol. Kasus ini termasuk salah satu yang paling mematikan di India.

Rusia – Irkutsk, Desember 2016

Sebanyak antara 74–78 orang meninggal dan puluhan lainnya dirawat setelah menenggak produk minyak mandi yang justru tercemar metanol. Peristiwa ini menjadi tragedi keracunan metanol terbesar di era pasca-Soviet Rusia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.