Akurat

Perang Thailand - Kamboja, Apa Pengaruhnya bagi Indonesia?

Eko Krisyanto | 28 Juli 2025, 14:12 WIB
Perang Thailand - Kamboja, Apa Pengaruhnya bagi Indonesia?

AKURAT.CO Ketegangan antara Thailand dan Kamboja bukan hanya menjadi perhatian regional, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran di negara-negara tetangga, termasuk Indonesia. 

Meski konflik bersenjata itu terjadi jauh dari Tanah Air, dampaknya bisa terasa dalam berbagai aspek. Dari stabilitas kawasan, hubungan diplomatik, hingga kerja sama ASEAN.

Baca Juga: Trump Gunakan Ancaman Tarif, Dorong Gencatan Senjata Thailand-Kamboja

Lalu, seberapa besar pengaruh konflik ini terhadap Indonesia? 

Dampak Ekonomi 

Thailand merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia, khususnya dalam pasokan komponen otomotif dan elektronik.

Konflik yang berkepanjangan dapat mengganggu distribusi suku cadang dari Thailand yang berpotensi menimbulkan hambatan produksi di dalam negeri dan memicu gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang berdampak pada daya beli masyarakat Indonesia. 

Dampak Terhadap Industri Digital 

Perang di perbatasan ini juga diperkirakan menganggu aktivitas judi online yang banyak berbasis di Kamboja. Gangguan server dan logistik akibat konflik dapat mengurangi aktivitas ilegal tersebut. Secara tidak lansgung, ini menguntungkan upaya pemerintah Indonesia dalam penanggulangan judi online. 

Baca Juga: Presiden Prabowo dan PM Malaysia Anwar Ibrahim Duduk Bareng Cari Solusi Konflik Thailand-Kamboja

Dampak Pariwisata 

Konfik tersebut membuat Thailand menjadi kurang menarik dan dianggap tidak aman bagi wisatawan internasional.

Dengan ini, Pulau Bali memiliki peluang untuk menarik lebih banyak wisatawan yang tadinya berencana ke Thailand.

Asosiasi Pariwisata dan Hotel Indonesia (PHRI) Bali menilai bahwa Bali bisa menjadi alternatif aman dengan potensi peningkatan kunjungan dan lama tinggal wisatawan.

Indonesia menunjukkan kesiapan untuk membantu meredakan ketegangan antara Thailand dan Kamboja, termasuk bekerja sama dengan Malaysia dan ASEAN untuk mediasi konflik. 

Pada tahun 2011, Indonesia pernah berperan sebagai mediator dalam konflik serupa.

Melalui jalur diplomasi, Indonesia tidak hanya memfasilitasi dialog antara kedua pihak, tetapi juga secara aktif memantau situasi di lapangan demi kedamaian. 

Secara keseluruhan, perang antara Thailand dan Kamboja ini membawa dampak negatif ekonomi dan produksi bagi Indonesia, tetapi juga membuka peluang dalam sektor pariwisata dan memberikan ruang untuk peran diplomatik Indonesia di ASEAN. 

Aqila Shafiqa Aryaputri (Magang) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R