Akurat

Ternyata Ini Asal-muasal Kenapa Israel Serang Iran!

Fajar Rizky Ramadhan | 16 Juni 2025, 10:00 WIB
Ternyata Ini Asal-muasal Kenapa Israel Serang Iran!

AKURAT.CO Serangan militer Israel ke berbagai wilayah di Iran pada Jumat lalu menjadi titik eskalasi terbaru dalam konflik panas di kawasan Timur Tengah.

Di balik dentuman rudal dan ledakan yang mengguncang fasilitas militer serta kawasan permukiman Iran, ternyata tersembunyi sebuah rangkaian peristiwa yang bermula dari "ultimatum" kontroversial Presiden AS Donald Trump dua bulan sebelumnya. Demikian pernyataan jurnalis Press TV dalam keterangannya pada Minggu (16/6/2025).

Tepat 62 hari sebelum serangan terjadi, Presiden Trump mengeluarkan ancaman terbuka kepada Teheran: Iran harus menghentikan seluruh aktivitas nuklir sipilnya dalam waktu dua bulan atau bersiap menghadapi serangan langsung. Dan kini, tepat setelah masa itu berlalu, Israel menggempur Iran dengan dalih melindungi kepentingan regionalnya.

Serangan itu menewaskan sejumlah jenderal tinggi Iran serta ilmuwan nuklir penting. Namun, narasi yang muncul dari Iran dan berbagai pengamat menyebutkan bahwa agresi tersebut bukanlah tindakan sepihak Israel, melainkan bagian dari strategi bersama dengan Amerika Serikat.

Baca Juga: Presiden AS Donald Trump Hubungi Prabowo, Ini yang Dibahas

“Tidak dapat disangkal lagi: Amerika Serikat sepenuhnya bertanggung jawab dan terlibat dalam agresi ini,” tulis Musa Iqbal, peneliti kebijakan luar negeri yang berbasis di Boston, dalam artikelnya untuk Press TV.

Pernyataan ini diperkuat dengan rujukan kepada keterlibatan intelijen dan dukungan persenjataan dari AS kepada Israel. Sejak 7 Oktober 2023, Negeri Paman Sam telah memberikan lebih dari 22 miliar dolar dalam bentuk senjata kepada Israel.

Bantuan ini meliputi rudal penghancur bunker, pengisian ulang sistem pertahanan Iron Dome, hingga senjata berat yang digunakan di Gaza, Yaman, Suriah, dan kini Iran.

“Senjata yang digunakan Israel sebagian besar berasal dari Amerika. AS telah memberi Israel lebih dari 22 miliar dolar senjata sejak 7 Oktober 2023,” tulis Iqbal.

Tidak hanya dukungan logistik, keterlibatan AS juga terlihat dalam perlindungan diplomatiknya terhadap Israel. Washington berulang kali memveto resolusi PBB yang mengecam agresi militer Israel.

Bahkan, AS menjatuhkan sanksi kepada hakim-hakim Mahkamah Pidana Internasional (ICC) yang mengeluarkan surat penangkapan untuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Ketika Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyebut serangan itu sebagai “unilateral,” pernyataan itu langsung dipatahkan oleh kenyataan di lapangan dan komentar Trump sendiri. Dalam pidatonya, Trump mengakui bahwa “hari ke-61” menjadi titik pelaksanaan ancaman yang telah ia sampaikan dua bulan sebelumnya.

Artikel Iqbal menyebutkan bahwa negosiasi nuklir antara AS dan Iran selama ini hanyalah taktik pengulur waktu. Bahkan sejak awal, AS disebut telah menyusun tuntutan yang tak realistis, seperti penghancuran total seluruh fasilitas nuklir Iran—yang kini justru menjadi target serangan.

Baca Juga: Iran Berhasil Serang 150 Target Strategis Israel dalam Operasi Janji Sejati III

“Iran telah menuding Amerika sebagai pihak yang ikut berperang dan menarik diri dari negosiasi yang dijadwalkan pada hari Minggu di Oman,” tulisnya.

Kemarahan Iran pun ditunjukkan melalui peluncuran rudal balistik sebagai bentuk balasan langsung. Serangan rudal Iran menghantam berbagai instalasi militer Israel, menandai dimulainya babak baru konfrontasi yang lebih terbuka.

Penulis artikel juga menyebut bahwa proyek agresi terhadap Iran bukan sekadar kebijakan militer, tetapi bagian dari ambisi geopolitik Amerika dan Israel untuk menciptakan dominasi penuh di kawasan.

“Iran telah menjadi pendukung utama perlawanan Palestina sejak hari pertama berdirinya Republik Islam. Karena itulah, AS dan Israel bersikeras menggulingkan pemerintahan Iran,” tutup Iqbal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.