5 Kali Gagal Negosiasi dengan Iran, Upaya Perdamaian Trump Cuma Pencitraan?

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, disebut berhasil menengahi gencatan senjata antara Israel dan Iran. Keberhasilan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.
Upaya ini dilakukan lewat percakapan langsung dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada Senin (23/6/2025). Sementara itu, tim diplomatik AS juga menggelar pembicaraan intensif dengan Iran.
Menurut seorang pejabat senior Gedung Putih yang tak disebutkan namanya, Israel sepakat menghentikan serangan selama Iran tidak melancarkan aksi baru. Di sisi lain, Teheran juga memberi sinyal bahwa mereka tidak akan melanjutkan serangan.
Tim negosiator AS terdiri dari Wakil Presiden JD Vance, Menlu Marco Rubio, dan utusan khusus Steve Witkoff. Mereka menjalin komunikasi langsung dan tidak langsung dengan Teheran.
Trump mengumumkan gencatan senjata ini hanya beberapa jam setelah kedua negara saling mengancam akan menyerang. Ketegangan sempat memuncak sebelum kesepakatan tercapai.
Ketegangan memuncak setelah Iran menembakkan rudal ke pangkalan udara AS sebagai balasan atas serangan bom bunker-buster 30.000 pon ke fasilitas nuklir bawah tanah mereka. Meski tak ada korban, situasi ini memicu kekhawatiran pecahnya perang besar.
Dikutip dari Reuters, Selasa (24/6/2025), Trump disebut segera memerintahkan timnya menghubungi Iran dan Netanyahu setelah serangan terjadi. Langkah cepat ini diambil untuk meredakan situasi.
Trump sebelumnya lima kali gagal bernegosiasi dengan Iran, namun tetap mencoba jalur diplomasi. Keputusannya menyerang fasilitas nuklir Iran pada Sabtu lalu menunjukkan perubahan sikap yang drastis.
Kebijakan Trump ini sempat dikritik oleh pendukung konservatifnya yang menolak keterlibatan asing. Namun, jika gencatan senjata bertahan, citranya sebagai tokoh perdamaian bisa semakin menguat jelang pemilu.
Pejabat Gedung Putih menyatakan Trump tetap mengutamakan kepentingan nasional AS. Ia juga dinilai menunjukkan sikap menahan diri dalam menangani konflik ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








