Akurat

Apa Itu Dire Wolf? Serigala Purba yang Punah dan Hidup Kembali dari 10 Ribu Tahun Lalu

Shalli Syartiqa | 8 April 2025, 22:40 WIB
Apa Itu Dire Wolf? Serigala Purba yang Punah dan Hidup Kembali dari 10 Ribu Tahun Lalu

AKURAT.CO Dire Wolf, atau Aenocyon dirus, adalah spesies serigala purba yang telah lama punah.

Namun, baru-baru ini, dunia dikejutkan dengan berita tentang "kebangkitan" Dire Wolf. 

Lantas, apa itu Dire Wolf dan bagaimana proses kebangkitannya setelah 10 ribu tahun? Simak penjelasan berikut yang telah dikutip dari berbagai sumber, Selasa (8/4/2025).

Apa Itu Dire Wolf?

Dire Wolf adalah spesies serigala yang hidup di benua Amerika selama periode Pleistosen Akhir dan Holosen Awal, sekitar 125.000 hingga 10.000 tahun yang lalu.

Ukurannya sedikit lebih besar dari serigala abu-abu modern, dengan rahang yang lebih kuat dan gigi yang lebih besar.

Nama "dire" sendiri berarti "mengerikan" atau "menakutkan", yang menggambarkan kekuatan dan keganasan serigala ini.

Sejarah dan Habitat Dire Wolf

Fosil Dire Wolf pertama kali ditemukan pada abad ke-19 di Amerika Utara.

Sejak itu, ribuan fosil telah ditemukan di berbagai lokasi di seluruh Amerika, mulai dari Kanada hingga Meksiko.

Ini menunjukkan bahwa Dire Wolf pernah menjadi predator yang sangat sukses dan tersebar luas di benua Amerika.

Habitat mereka sangat bervariasi, mulai dari padang rumput terbuka hingga hutan dan pegunungan.

Dire Wolf punah sekitar 10.000 tahun yang lalu, bersamaan dengan banyak megafauna lainnya pada akhir zaman es. Ada beberapa teori tentang penyebab kepunahan mereka:

1. Perubahan Iklim: Perubahan iklim yang drastis pada akhir zaman es menyebabkan hilangnya habitat dan berkurangnya populasi hewan buruan utama Dire Wolf, seperti kuda dan bison.

2. Persaingan dengan Manusia: Kedatangan manusia di Amerika Utara mungkin telah menyebabkan persaingan untuk sumber daya dan perburuan hewan buruan yang sama.

3. Penyakit: Wabah penyakit mungkin juga telah berkontribusi pada penurunan populasi Dire Wolf.

Kebangkitan Dire Wolf

Baru-baru ini, perusahaan bioteknologi bernama Colossal Biosciences mengumumkan bahwa mereka telah berhasil "menghidupkan kembali" Dire Wolf.

Namun, penting untuk memahami bahwa ini bukanlah kebangkitan dalam arti sebenarnya.

Para ilmuwan Colossal Biosciences tidak membangkitkan Dire Wolf dari DNA murni Dire Wolf.

Sebaliknya, mereka menggunakan teknik gene-editing untuk mengubah DNA serigala abu-abu modern agar memiliki karakteristik fisik yang mirip dengan Dire Wolf.

Para ilmuwan mengambil DNA dari fosil Dire Wolf yang ditemukan di gua Sheriden, Ohio (berusia sekitar 13.000 tahun) dan tengkorak yang ditemukan di American Falls Reservoir, Idaho (berusia sekitar 70.000 tahun).

DNA Dire Wolf dibandingkan dengan DNA serigala abu-abu modern untuk mengidentifikasi perbedaan genetik yang bertanggung jawab atas karakteristik fisik unik Dire Wolf.

Menggunakan teknologi CRISPR, para ilmuwan mengedit DNA serigala abu-abu untuk memasukkan karakteristik fisik Dire Wolf, seperti ukuran yang lebih besar, rahang yang lebih kuat, dan warna bulu yang lebih terang.

Hasil dari proses ini adalah serigala yang secara fisik menyerupai Dire Wolf, tetapi secara genetik tetap merupakan serigala abu-abu yang telah dimodifikasi.

Tiga anak serigala, bernama Romulus, Remus, dan Khaleesi, telah lahir melalui proses ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.