Akurat

Trump Ultimatum Negara-negara Anggota BRICS: Tarif 100 Persen jika Tinggalkan Dolar AS

Arief Rachman | 1 Desember 2024, 23:12 WIB
Trump Ultimatum Negara-negara Anggota BRICS: Tarif 100 Persen jika Tinggalkan Dolar AS

AKURAT.CO Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ancaman tegas pada Sabtu (30/11/2024), memperingatkan negara-negara anggota BRICS agar membatalkan rencana mereka menggunakan mata uang alternatif selain dolar AS.

Trump menegaskan bahwa langkah semacam itu tidak akan dibiarkan tanpa konsekuensi.

"Era di mana kita hanya diam melihat negara-negara BRICS berusaha menjauh dari dolar sudah berakhir," tulis Trump di platform media sosialnya, Truth Social.

Ia menuntut komitmen dari negara-negara tersebut untuk tidak menciptakan mata uang BRICS baru atau mendukung mata uang lain yang dapat menggantikan posisi dolar AS sebagai mata uang utama perdagangan global.

Baca Juga: Reuni Akbar PA 212: Polisi Atur Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Monas

“Jika mereka tetap melanjutkan rencana ini, AS tidak akan ragu mengenakan tarif 100 persen pada produk-produk mereka. Mereka harus siap kehilangan akses ke perekonomian paling kuat di dunia,” tegas Trump.

BRICS, blok yang awalnya terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, baru-baru ini memperluas keanggotaannya dengan memasukkan negara-negara besar seperti Mesir, Ethiopia, Iran, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.

Meski partisipasi Arab Saudi masih menunggu proses resmi, negara tersebut sudah terlibat dalam berbagai pertemuan BRICS tahun ini.

Langkah BRICS untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS semakin nyata.

Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok ini berupaya memperkuat perdagangan menggunakan mata uang lokal mereka, sebuah langkah strategis untuk melemahkan dominasi dolar dalam ekonomi global.

Trump menegaskan bahwa setiap negara yang mencoba menantang dominasi dolar AS dalam perdagangan internasional akan menghadapi isolasi ekonomi dari Amerika Serikat.

Baca Juga: Kalah di Pilkada, PDIP: Jawa Tengah Masih jadi Kandang Banteng

"Mereka harus siap mengucapkan selamat tinggal pada akses ke pasar kami," tambahnya.

Sebagai respons, pengamat global memandang pernyataan ini sebagai sinyal keras dari pemerintahan Trump untuk mempertahankan posisi dolar di tengah meningkatnya pengaruh ekonomi negara-negara BRICS.

Langkah-langkah yang diambil kelompok ini, termasuk rencana peluncuran mata uang baru, dianggap sebagai ancaman nyata terhadap status quo ekonomi dunia.

Dengan dinamika global yang memanas, keputusan negara-negara BRICS terkait mata uang alternatif akan menjadi babak penting dalam persaingan geopolitik dunia.

Apakah ancaman Trump mampu menghentikan langkah BRICS, atau justru mempercepat lahirnya sistem baru yang menantang dominasi dolar? Waktu akan menjawab.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.