Akurat

Israel Tembaki Pasukan Perdamaian PBB, 2 Personel Indonesia Terluka

Petrus C. Vianney | 11 Oktober 2024, 23:30 WIB
Israel Tembaki Pasukan Perdamaian PBB, 2 Personel Indonesia Terluka

AKURAT.CO Dunia internasional bereaksi keras setelah serangan Israel yang melukai dua penjaga perdamaian asal Indonesia di Lebanon.

Serangan ini terjadi ketika pasukan Israel menembaki markas Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) di wilayah Naqoura, Lebanon selatan. Menurut UNIFIL, serangan tersebut merupakan tindakan yang disengaja.

Dua penjaga perdamaian terluka akibat tembakan tank Israel yang mengenai menara pengawas di markas mereka. UNIFIL menyatakan bahwa serangan terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum kemanusiaan internasional.

Serangan ini memicu berbagai reaksi dari komunitas internasional. Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix, menyatakan bahwa keselamatan penjaga perdamaian di Lebanon semakin terancam.

Dia menambahkan bahwa sejak serangan Israel pada September, operasi UNIFIL hampir terhenti.

"Penjaga perdamaian telah dikurung di pangkalan mereka dengan periode waktu yang signifikan di tempat penampungan," imbuhnya, dikutip dari Aljazeera.com, Jumat (11/10/2024).

Baca Juga: Boikot: Respons Tegas Muslimin atas Genosida Israel di Gaza dan Lebanon

Dari pihak Indonesia, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengutuk keras serangan ini dan menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran besar terhadap hukum internasional.

"Menyerang personel dan properti PBB adalah pelanggaran besar terhadap Hukum Kemanusiaan Internasional," ujarnya.

Indonesia, yang memiliki lebih dari 1.232 personel dalam misi UNIFIL, sangat menyesalkan kejadian ini.

Militer Israel mengklaim bahwa mereka menargetkan posisi Hizbullah di sekitar markas UNIFIL dan menginstruksikan pasukan PBB untuk tetap berada di zona aman.

Namun, UNIFIL menyatakan bahwa mereka tetap berada di lokasi untuk menjaga bendera PBB tetap berkibar di wilayah tersebut.

Reaksi dari Negara Lain

Beberapa negara Eropa, termasuk Italia, Prancis, Spanyol dan Irlandia, juga mengutuk serangan ini. Mereka menyatakan bahwa serangan terhadap penjaga perdamaian PBB tidak dapat diterima dan melanggar hukum internasional.

Menteri Pertahanan Italia, Guido Crosetto, bahkan menyebut serangan ini sebagai kemungkinan kejahatan perang.

Di Amerika Serikat, Gedung Putih menyatakan keprihatinan yang mendalam terkait laporan serangan ini dan menegaskan pentingnya menjaga keselamatan pasukan PBB.

Turki, Kanada, serta Uni Eropa turut mengutuk keras serangan tersebut, dengan Uni Eropa menegaskan bahwa Israel harus bertanggung jawab penuh atas tindakan mereka.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.