Akurat

Iran Tak Akan Balas Kematian Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah

Petrus C. Vianney | 30 September 2024, 13:40 WIB
Iran Tak Akan Balas Kematian Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah

AKURAT.CO Iran mengumumkan bahwa kematian Hassan Nasrallah, pemimpin Hizbullah, dalam serangan udara Israel di Lebanon tidak akan dibalas.

Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, menetapkan lima hari berkabung untuk menghormati Nasrallah, yang disebut sebagai 'martir besar' dan menganggapnya sebagai sosok penting yang ajarannya akan tetap hidup.

Selain Nasrallah, seorang jenderal Iran dari Garda Revolusi Iran (IRGC) juga dilaporkan tewas dalam serangan Israel tersebut.

Militer Israel menuduh Nasrallah bertanggung jawab atas ribuan kematian dan mengklaim serangan ini dilakukan untuk mencegah serangan lebih lanjut yang diperintahkannya.

Ketegangan di kawasan meningkat, dan ada kekhawatiran bahwa serangan ini dapat memicu konflik yang lebih luas, terutama setelah pertempuran antara Israel dan Hizbullah yang sudah berlangsung selama setahun terakhir.

Namun, hingga saat ini, Iran belum memberikan pernyataan resmi untuk membalas serangan terhadap Hizbullah atau pembunuhan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, yang terjadi sebelumnya.

Hizbullah dan Hamas dikategorikan sebagai organisasi teroris oleh beberapa negara seperti Israel, AS dan Inggris.

Meskipun demikian, Khamenei mengajak umat Muslim untuk terus mendukung Hizbullah tanpa menyatakan akan membalas kematian Nasrallah secara langsung.

"Asib wilayah ini akan ditentukan oleh kekuatan perlawanan, dengan Hizbullah di garis depan," ujarnya, dikutip dari Bbc.com, Minggu (29/9/2024).

Serangan Israel juga menghancurkan beberapa bangunan di Beirut yang diduga menjadi markas Hizbullah.

Sementara itu, Iran terus berkomunikasi dengan sekutu-sekutunya, termasuk Hizbullah, untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya di tengah ketegangan yang terus memanas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.