Akurat Logo

Rusia Tolak Ikut Serta dalam Pertemuan Puncak Perdamaian Ukraina

Petrus C. Vianney | 23 September 2024, 17:00 WIB
Rusia Tolak Ikut Serta dalam Pertemuan Puncak Perdamaian Ukraina

AKURAT.CO Rusia secara tegas menolak undangan untuk menghadiri pertemuan puncak perdamaian terkait konflik Ukraina. Menurut Kementerian Luar Negeri Rusia, rencana perdamaian yang diajukan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, dianggap tidak layak dan mengharuskan Ukraina menyerahkan wilayah yang telah dianeksasi Rusia.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, pada 21 September menyatakan bahwa Rusia tidak akan berpartisipasi dalam pertemuan puncak yang dirancang untuk mendukung 'formula Zelenskyy', yang disebutnya sebagai ultimatum agar Rusia menyerah.

"Kami tidak akan mengambil bagian dalam 'kTT' semacam itu," ujarnya, dikutip dari Euromaidanpress.com, Senin (23/9/2024).

Moskow menyebut cara satu-satunya untuk mengakhiri konflik ini adalah dengan kapitulasi Ukraina.

Penolakan ini muncul menjelang kunjungan Zelenskyy ke Amerika Serikat untuk bertemu dengan Joe Biden dan pejabat tinggi lainnya, di mana ia akan mempresentasikan rencana kemenangannya.

Rusia sendiri telah menyatakan kesediaannya untuk berdiskusi jika ada proposal serius yang mempertimbangkan 'realitas geopolitik', namun tetap menuntut agar Ukraina menyerahkan empat wilayahnya.

Sebelumnya, Zelenskyy telah mengisyaratkan akan mengundang Rusia ke pertemuan puncak perdamaian kedua yang direncanakan pada November, meskipun pertemuan puncak pertama di Swiss pada Juni lalu dihadiri oleh lebih dari 90 negara tanpa partisipasi Rusia.

Rusia menilai rencana perdamaian Zelenskyy, yang diajukan pada akhir 2022, tidak dapat diterima karena menuntut penarikan penuh pasukan Rusia dari Ukraina, termasuk Krimea, serta pengembalian tahanan perang dan warga sipil yang ditahan.

Sebaliknya, Rusia menginginkan gencatan senjata dengan syarat Ukraina meninggalkan empat wilayahnya dan menghentikan upaya bergabung dengan NATO.

Hingga saat ini, Rusia tetap menolak pembicaraan jika pasukan Ukraina masih berada di wilayah yang diklaim Rusia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.