Akurat

Mengenal Vatikan, Negara Terkecil di Dunia yang Menjadi Tempat Tinggal Paus Fransiskus

Rahmat Ghafur | 3 September 2024, 14:13 WIB
Mengenal Vatikan, Negara Terkecil di Dunia yang Menjadi Tempat Tinggal Paus Fransiskus

AKURAT.CO Mengenal negara terkecil di dunia, Vatikan yang menjadi tempat tinggal dan bertugas Paus Fransiskus.

Negara Vatikan sedang banyak dibicarakan seiring menyambut kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia pada 3-6 September 2024.

Kedatangan Paus Fransiskus merupakan momen spesial karena ini adalah pertama kalinya dalam 35 tahun terakhir seorang Pemimpin Umat Katolik Dunia mengunjungi Indonesia.

Dengan kunjungan ini, informasi tentang tempat tinggal Paus Fransiskus di Vatikan menjadi semakin banyak dicari dan diminati.

Baca Juga: Kedatangan Paus Fransiskus Momentum Dialog Perdamaian Dunia

Mengenal Sejarah Vatikan

Vatikan adalah negara terkecil di dunia yang terletak di wilayah Eropa, tepatnya di pusat Kota Roma.

Vatikan memegang rekor sebagai negara terkecil di dunia karena luas wilayahnya hanya 49 hektare (121 are).

Tentu saja, ini berbanding terbalik dengan Indonesia atau bahkan Kota Jakarta, yang memiliki luas 661,5 kilometer persegi, jauh lebih besar dari pada Vatikan.

Selain itu, Vatikan juga memiliki jumlah penduduk paling sedikit kedua di dunia dengan total sekitar 764 jiwa pada tahun 2023.

Sejarah Vatikan sendiri berawal dari Roma kuno, di sisi barat Sungai Tiber.

Wilayah ini awalnya merupakan sebuah bukit kecil yang sebagian besar tidak berpenghuni, dikenal sebagai Ager Vaticanus.

Daerah ini meliputi wilayah antara Bukit Vatikan, Bukit Janiculum dan Monte Mario hingga Bukit Aventine.

Karena letaknya yang dekat dengan Kota Veii di Etruria dan seringnya terjadi banjir akibat Sungai Tiber, wilayah ini dianggap kurang ideal untuk dihuni pada masa itu.

Pada abad pertama Masehi, Agrippina yang tua mengeringkan lahan ini dan mengubahnya menjadi taman.

Setelah kematiannya, taman tersebut diwariskan kepada putranya, Caligula, yang kemudian membangun sebuah sirkus untuk balapan kereta perang di sana.

Obelisk yang kini berada di Lapangan Santo Petrus dibawa oleh Caligula dari Mesir untuk menghiasi sirkus tersebut. Pembangunan sirkus tersebut diselesaikan oleh Nero, dan kemudian dikenal sebagai Sirkus Nero.

Awal Mula Fase Kristen dalam Sejarah Vatikan

Pada masa Romawi kuno, area Vatikan terletak di luar tembok kota sehingga sering digunakan sebagai tempat pemakaman.

Setelah Santo Petrus menjadi martir di Sirkus Nero, jasadnya dimakamkan di area tersebut dalam sebuah makam sederhana, yang diyakini berada di bawah Basilika Santo Petrus yang ada saat ini.

Tahap awal perkembangan Kristen di Vatikan dimulai dengan kaisar pertama yang memeluk agama Kristen, Konstantinus.

Setelah Konstantinus melegitimasi agama Kristen dan memulai program pembangunan besar-besaran, dia memilih untuk melakukannya di luar tembok Kota Roma.

Pada tahun 318 Masehi, Konstantinus memulai pembangunan Basilika Konstantinus di atas makam Santo Petrus, dan butuh 40 tahun untuk menyelesaikannya.

Basilika ini kemudian dikenal sebagai 'Basilika Santo Petrus Lama' setelah basilika baru dibangun di lokasi yang sama pada abad 16. Sejak itu, Basilika ini menjadi tujuan utama ziarah di Roma.

Sejarah Vatikan mengalami perubahan signifikan setelah penyatuan Italia.

Selama periode ini, kekuasaan paus atas wilayah Italia dipertanyakan, dan banyak properti gereja disita, termasuk Istana Quirinal yang kemudian dijadikan istana kerajaan oleh Raja Italia.

Meskipun demikian, raja Italia tidak berusaha mencampuri urusan Takhta Suci di Vatikan.

Konflik antara negara Italia dan gereja ini mengakibatkan para Paus memilih untuk tinggal di dalam tembok Vatikan.

Konflik ini akhirnya diselesaikan pada tahun 1929 dengan ditandatanganinya Perjanjian Lateran, di mana Italia mengakui Kota Vatikan sebagai negara merdeka.

Berdasarkan perjanjian ini, Vatikan memiliki luas 109 hektare dan diatur sepenuhnya oleh Paus.

Baca Juga: Ada Misa Akbar Paus Fransiskus di GBK, MRT Jakarta Tetap Beroperasi Normal

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
D