Akurat

Jejak Karir dan Profil Keir Starmer, PM Inggris Terpilih yang Mengalahkan Rishi Sunak

Shalli Syartiqa | 5 Juli 2024, 18:42 WIB
Jejak Karir dan Profil Keir Starmer, PM Inggris Terpilih yang Mengalahkan Rishi Sunak

AKURAT.CO Ketua Partai Buruh, Keir Starmer, akan menjadi Perdana Menteri Inggris yang baru setelah mengalahkan Rishi Sunak dalam pemilihan umum, pada Kamis (4/7/2024).

Kemenangan ini menandai kembalinya Partai Buruh ke tampuk kekuasaan untuk pertama kalinya sejak 2010.

Sebagai Perdana Menteri terpilih, Keir Starmer berjanji untuk memulai era baru di Inggris.

"Hari ini kita memulai babak baru, memulai pekerjaan perubahan, misi pembaruan nasional, dan mulai membangun kembali negara kita," ucap Starmer dalam pidato kemenangannya di London, Inggris.

Baca Juga: Viral Polantas Lakukan Pungli di Tol Halim, Dirlantas Polda Metro Jaya Minta Maaf

Sehubungan dengan itu, simak berikut karir dan profil Keir Starmer yang telah memenangkan Pemilu.

Profil Keir Starmer

Keir Starmer lahir pada 2 September 1962 di London, Inggris. Ia adalah seorang politisi dan pengacara yang telah menjadi pemimpin Partai Buruh sejak tahun 2020.

Ayahnya bekerja sebagai pembuat perkakas di sebuah pabrik, sementara ibunya adalah seorang perawat.

Starmer tumbuh bersama tiga saudara kandung di Surrey dan menempuh pendidikan di Reigate Grammar School.

Baca Juga: Viral Polantas Lakukan Pungli di Tol Halim, Dirlantas Polda Metro Jaya Minta Maaf

Ia menjadi anggota keluarga pertama yang berhasil memperoleh gelar sarjana dari universitas.

Starmer lulus dengan gelar sarjana hukum dari Universitas Leeds pada 1985, lalu melanjutkan studi dan meraih gelar pascasarjana hukum perdata di St Edmund Hall, Oxford.

Karir Keir Starmer

Pada 1986-1987, ia sempat menjadi anggota redaksi majalah sayap kiri, Socialist Alternatives. Ia menikah dengan Victoria Alexander pada 2007 dan memiliki seorang putra dan putri.

Pada 2002, ia ditunjuk sebagai penasihat Ratu Elizabeth. Fokusnya adalah isu-isu hak asasi manusia (HAM) baik di Inggris maupun di luar negeri, termasuk membela narapidana yang dijatuhi hukuman mati di negara-negara Karibia.

Pada 2002-2008, ia menjadi anggota panel penasihat hukuman mati Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran.

Ia juga menjabat sebagai penasihat HAM untuk Dewan Kepolisian Irlandia Utara dan Asosiasi Kepala Polisi Irlandia (ACPO) pada 2003-2008.

Dari 2008 hingga 2013, Starmer menjadi Director of Public Prosecutions (DPP) dan kepala Crown Prosecution Service (CPS).

Starmer memulai karir politiknya dengan terpilih sebagai anggota parlemen di House of Commons pada 7 Mei 2015 untuk daerah pemilihan Holborn dan St. Pancras.

Pada 2015, ia sempat dicalonkan sebagai pemimpin Partai Buruh menggantikan Ed Miliband tetapi menolaknya karena merasa kurang pengalaman.

Pada Juni 2016, Starmer bersama menteri bayangan lainnya mengundurkan diri setelah kehilangan kepercayaan pada kepemimpinan Corbyn terkait Brexit.

Pada Pemilu Inggris 2019, Partai Buruh mengalami kekalahan besar, dan Corbyn mengundurkan diri.

Starmer mencalonkan diri pada Januari 2020 dan terpilih sebagai pemimpin Partai Buruh pada 4 April 2020.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.