Akurat

PBB: Serangan Israel di Rafah Menghentikan 67 Persen Bantuan ke Gaza

Sulthony Hasanuddin | 30 Mei 2024, 14:17 WIB
PBB: Serangan Israel di Rafah Menghentikan 67 Persen Bantuan ke Gaza

AKURAT.CO Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan bahwa jumlah bantuan kemanusiaan yang masuk ke wilayah kantong tersebut telah berkurang dua pertiga sejak Israel memulai operasi militernya di Rafah bulan ini.

Sebelumnya, PBB telah memperingatkan akan adanya kelaparan di Gaza akibat serangan yang terus berlanjut.

Baca Juga: Pemerintah China Blokir Influencer yang Suka Pamer Harta dan Kemewahan, Cegah Pengaruh Buruk Bagi Remaja

“Jumlah makanan dan bantuan lain yang masuk ke Gaza sudah tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan yang melonjak, semakin menyusut sejak 7 Mei,” kata Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA), dikutip Kamis (30/5/2024).

Rata-rata harian 58 truk bantuan mencapai Gaza dari 7 Mei hingga Selasa pekan ini, dibandingkan dengan rata-rata harian 176 truk bantuan dari 1 April hingga 6 Mei, kata OCHA, penurunan sebesar 67 persen.

Dikatakan bahwa angka tersebut tidak termasuk kargo dan bahan bakar sektor swasta.

Baca Juga: Kasus Penguntitan Densus 88, DPR Belum Ada Rencana Panggil Kapolri dan Jaksa Agung

PBB sendiri telah lama mengatakan setidaknya 500 truk bantuan dan barang-barang komersial setiap hari harus memasuki Gaza.

Sejak perang Israel-Hamas dimulai hampir delapan bulan lalu, bantuan utama untuk 2,3 juta warga Palestina masuk melalui dua penyeberangan ke Gaza selatan -penyeberangan Rafah dari Mesir dan penyeberangan Kerem Shalom dari Israel.

Namun pengirimannya terganggu ketika Israel meningkatkan operasi militernya di Rafah dengan tujuan mengusir unit-unit pejuang Hamas yang tersisa.

Mesir menutup penyeberangan Rafah karena ancaman terhadap pekerjaan kemanusiaan tetapi pada hari Jumat pekan lalu setuju untuk sementara waktu mengirimkan bantuan dan bahan bakar melalui Kerem Shalom.

Baca Juga: Apa Itu Pneumonia dan Penyebabnya? Penyakit yang Diidap Anak Zaskia Adya Mecca Hingga Masuk ICU

"Pengiriman bantuan telah berkurang karena penutupan penyeberangan Rafah, ketidakmampuan untuk mengambil komoditas secara aman dan konsisten dari penyeberangan Kerem Shalom dan terbatasnya pengiriman melalui titik masuk lainnya," OCHA menjelaskan.

Baca Juga: PPIH Kembali Ingatkan Smart Card Jangan Sampai Hilang

Wakil Duta Besar Israel untuk PBB, Jonathan Miller, mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa negaranya berperang melawan Hamas, bukan warga sipil di Gaza.

"Inilah sebabnya Israel berkomitmen untuk memfasilitasi masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza dari setiap titik masuk yang memungkinkan. Meskipun Hamas menembakkan roket ke penyeberangan Kerem Shalom, penyeberangan itu berfungsi penuh dan truk bantuan terus masuk," katanya.

Pengiriman bantuan dengan kapal dari Siprus ke dermaga terapung buatan AS di Gaza dimulai pada 17 Mei.

Namun AS mengatakan bahwa dermaga tersebut untuk sementara dipindahkan setelah ada bagian yang putus.

Baca Juga: Apa Itu Pneumonia dan Penyebabnya? Penyakit yang Diidap Anak Zaskia Adya Mecca Hingga Masuk ICU

OCHA mengatakan tidak ada bantuan yang masuk ke Gaza dari dermaga pada hari Senin atau Selasa.

Saat beroperasi, PBB mengangkut 137 truk bantuan dari dermaga, setara dengan 900 metrik ton, katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.