Akurat

Daftar Negara Barat yang Kecam Keras Pembantaian Israel ke Rafah, Siapa Saja?

Shalli Syartiqa | 28 Mei 2024, 16:55 WIB
Daftar Negara Barat yang Kecam Keras Pembantaian Israel ke Rafah, Siapa Saja?

AKURAT.CO Israel melancarkan serangan udara ke kamp pengungsian Palestina di kota Rafah, Gaza Selatan, pada Minggu (26/5/2024).

Kementerian Kesehatan Palestina yang dikelola Hamas melaporkan bahwa serangan tersebut menyebabkan 45 orang meninggal dunia, termasuk anak-anak, lansia, dan wanita.

IDF menyatakan bahwa mereka sedang menyelidiki penyebab kematian warga sipil di wilayah Rafah.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut serangan tersebut sebagai sebuah "tragedi".

Israel mengatakan serangan itu menargetkan dua teroris senior Hamas. Namun, serangan tersebut juga menghantam daerah di lingkungan Tel Al-Sultan di Rafah Barat, tempat ribuan orang berlindung, menyebabkan kebakaran yang melalap beberapa tenda pengungsian.

Akibatnya, para pemimpin Barat semakin mendorong gencatan senjata antara Israel dan Hamas.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut daftar negara barat yang mengecam keras Israel terhadap serangan darat di Rafah.

Daftar negara barat yang kecam keras Israel

1. Norwegia

Menteri Luar Negeri Norwegia Espen Barth Eide menekankan sifat mengikat dari keputusan ICJ yang memerintahkan Israel untuk menghentikan serangannya di Rafah.

Eide menyatakan bahwa melanjutkan peperangan di Rafah merupakan pelanggaran hukum internasional dan Israel wajib mematuhi keputusan ICJ.

Baca Juga: All Eyes On Rafah! Serangan Israel Terhadap Kamp Pengungsian Memicu Kecaman Internasional

"Ini masalah serius bagi kita semua, karena kesan yang tercipta adalah norma-norma ini tidak berlaku untuk semua orang, dan banyak orang akan mengatakan bahwa norma-norma tersebut tidak berlaku untuk siapa pun. Jadi, menurut saya ini juga membela prinsip-prinsip yang telah kita sepakati di dunia. Ingat, Mahkamah Internasional adalah pengadilan semua orang," tegas Eide.

2.  Italia

Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto juga mengutuk serangan Israel, menyebutnya sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan.

Crosetto menegaskan bahwa semua negara sepakat Israel harus menghentikan serangannya terhadap Palestina, khususnya di Rafah.

3. Perancis

Presiden Perancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa tidak ada tempat aman di Rafah bagi warga sipil Palestina.

Macron menyerukan agar operasi militer Israel segera dihentikan.

"Operasi ini harus dihentikan. Saya menyerukan penghormatan penuh terhadap hukum internasional dan gencatan senjata segera," jelasnya.

4. Irlandia

Menteri Luar Negeri Irlandia Micheal Martin juga mengutuk serangan Israel di Rafah, menyebutnya sebagai tindakan biadab.

Martin mendesak Israel untuk segera menghentikan operasi militernya karena akan menimbulkan konsekuensi yang mengerikan bagi penduduk Gaza.

Martin menyerukan pembebasan sandera tanpa syarat, peningkatan bantuan kemanusiaan ke Gaza secara signifikan, serta memperkuat pentingnya multilateralisme dan independensi lembaga-lembaga hukum internasional.

Baca Juga: Sistem Pembayaran Nirsentuh (MLFF) Tak Ubah Tarif Tol

5. Skotlandia

Perdana Menteri Skotlandia Humza Yousaf menyebut serangan tersebut sebagai tindakan terhadap pria, wanita, dan anak-anak yang tidak bersalah.

Ia menggambarkan pengungsi Palestina di Rafah sebagai korban yang dipotong-potong dan dibakar hidup-hidup.

"Saksikan gambar-gambar tersebut dan tanyakan pada diri Anda, apakah Anda berada di pihak yang benar dalam sejarah?" tulis Yousaf di akun X resminya.

6. Jerman

Salah satu pendukung setia dan pengekspor senjata utama Israel, Jerman, mulai mengkritik tindakan Israel.

Politisi Jerman Robert Habeck mengkritik Israel atas pendekatan yang tidak proporsional di Jalur Gaza. 

7. Spanyol

Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares akan mencari dukungan resmi dari 26 negara anggota Uni Eropa lainnya atas keputusan Mahkamah Internasional.

Dalam konferensi pers di Brussels bersama dua menteri luar negeri dari Norwegia dan Irlandia, Albares berjanji akan mengambil langkah-langkah untuk memastikan Israel menghormati keputusan tersebut.

"Pemboman kemarin adalah satu hari lagi dengan terbunuhnya warga sipil Palestina yang tidak bersalah. Kali ini gravitasinya lebih besar karena keputusan ICJ mengikat dan wajib bagi semua pihak," tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.