Akurat

TOK! Presiden Kolombia Resmi Putuskan Hubungan dengan Israel Terkait 'Genosida' di Gaza

Mitha Theana | 2 Mei 2024, 17:20 WIB
TOK! Presiden Kolombia Resmi Putuskan Hubungan dengan Israel Terkait 'Genosida' di Gaza

AKURAT.CO Presiden Kolombia telah mengumumkan bahwa pemerintahannya akan memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel terkait perang di Gaza.

Saat berpidato di rapat umum May Day di Bogota, Kolombia, Gustavo Petro sekali lagi menggambarkan pengepungan Israel di Gaza sebagai 'genosida'.

"Besok, hubungan diplomatik dengan negara Israel akan terputus karena presidennya melakukan genosida," kata Petro di depan warga Kolombia, dikutip Kamis (2/5/2024).

Baca Juga: Parlemen Korea Selatan Menyetujui Penyelidikan Baru Tragedi Itaewon 2022 yang Menewaskan Hampir 200 Orang

Petro juga menggambarkan tragedi yang menimpa Palestina sebagai kematian bagi umat manusia dan dia tidak akan membiarkan hal tersebut.

Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, dengan cepat menegur komentar pemimpin Kolombia itu.

Katz mengatakan sejarah akan mengingat Gustavo berpihak pada lawan yang bersalah.

"Sejarah akan mengingat bahwa Gustavo Petro memutuskan untuk berpihak pada monster paling keji yang dikenal umat manusia yang membakar bayi, membunuh anak-anak, memperkosa wanita dan menculik warga sipil yang tidak bersalah," katanya.

Baca Juga: Apa Itu Xenofobia? Disebut Joe Biden Sebagai Penyebab Krisis Ekonomi yang Melanda China, Jepang dan India

Tak lama setelah serangan balasan Israel ke Gaza, Petro mengecam apa yang disebutnya sebagai upaya neo-nazi untuk menghancurkan rakyat, kebebasan, dan budaya Palestina.

Kongres Yahudi Dunia lalu menuduhnya mengabaikan ratusan korban sipil Israel dan menyebut pernyataan Petro sebagai penghinaan terhadap 6 juta korban Holocaust dan orang-orang Yahudi.

Israel juga menuduh Petro menyatakan dukungan atas kekejaman yang dilakukan oleh Hamas yang memicu antisemitisme dan memanggil duta besar Kolombia.

Baca Juga: Pernah Jadi Bagian dari Australia, Begini Nasib Papua Nugini yang Kini Dilanda Krisis

Israel, salah satu penyedia senjata utama bagi militer Kolombia, kemudian menyatakan pihaknya akan menghentikan ekspor senjata keamanan ke negara Amerika Selatan itu ketika perselisihan meningkat.

Secara historis, Kolombia sendiri merupakan salah satu mitra terdekat Israel di Amerika Latin.

Namun hubungan antar kedua negara itu telah mendingin sejak Petro terpilih sebagai presiden sayap kiri pertama Kolombia pada 2022.

Kolombia diketahui menggunakan pesawat tempur dan senapan mesin buatan Israel untuk melawan kartel narkoba dan kelompok pemberontak dengan kedua negara menandatangani perjanjian perdagangan bebas pada 2020.

Baca Juga: SIMAK Daftar Harga Terbaru BBM Jakarta Per 2 Mei 2024, Termurah Rp10 Ribu per Liter

Kolombia memperdalam hubungan militernya dengan Israel pada akhir tahun 1980an.

Negara itu membeli jet tempur Kfir yang digunakan oleh angkatan udara Kolombia dalam berbagai serangan terhadap kamp gerilyawan terpencil yang melemahkan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia, atau FARC.

Serangan tersebut membantu mendorong kelompok tersebut melakukan perundingan damai yang menghasilkan perlucutan senjata pada tahun 2016.

Baca Juga: DJ East Blake Ditangkap Usai Sebar Foto dan Video Syur Mantan Pacar ke Medsos

Petro sebelumnya menyatakan dukungannya kepada presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, yang juga memicu kemarahan Israel karena mengatakan kampanye mereka di Gaza “bukanlah perang, melainkan genosida”.

Kolombia dan Brasil mendukung pengaduan Afrika Selatan terhadap Israel ke pengadilan internasional di Den Haag.

Mereka menuduh serangan Gaza merupakan pelanggaran terhadap konvensi genosida.

Baca Juga: Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Irak di Piala Asia U-23 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.