Akurat

Bill Gates Ingatkan Indonesia Soal Perubahan Iklim Akibat Produksi Minyak Sawit

Silvia Nur Fajri | 11 April 2024, 13:46 WIB
Bill Gates Ingatkan Indonesia Soal Perubahan Iklim Akibat Produksi Minyak Sawit

AKURAT.CO Pendiri Microsoft, Bill Gates, mengungkapkan keprihatinannya mengenai perubahan iklim global akibat efek rumah kaca. Termasuk yang dihasilkan oleh produksi lemak dan minyak dari tumbuhan dan hewan.

"Untuk memerangi perubahan iklim, kita harus mengubah angka tersebut ke nol," tegas Gates, dikutip Kamis (11/4/2024).

Menurutnya, Indonesia menjadi salah satu fokus perhatian dalam konteks perubahan iklim karena kontribusinya dalam produksi minyak sawit, yang dikenal memiliki dampak besar terhadap lingkungan.

Dia mencatat, bahwa minyak sawit adalah komponen umum dalam berbagai produk konsumen, mulai dari makanan hingga kosmetik, serta digunakan sebagai biofuel dan bahan bakar mesin diesel.

Selanjutnya, Gates menegaskan bahwa masalah terkait minyak sawit tidak hanya terletak pada penggunaannya, tetapi juga pada proses produksinya.

"Hal ini menyebabkan penggundulan hutan di area-area khatulistiwa untuk mengonversinya menjadi lahan sawit," jelasnya.

Baca Juga: Apa Peran Pendidikan dalam Pencegahan Perubahan Iklim?

Penggundulan hutan untuk membuka lahan pertanian kelapa sawit, terutama di daerah tropis, menyebabkan kerugian besar terhadap keragaman hayati dan menyumbang pada emisi gas rumah kaca.

Meskipun menyadari kesulitan menggantikan peran minyak sawit dalam berbagai industri karena ketersediaannya yang murah dan serbaguna, Bill Gates menyebutkan upaya beberapa perusahaan, seperti C16 Biosciences, yang berusaha menciptakan alternatif berkelanjutan untuk minyak sawit melalui proses fermentasi mikroba.

"Minyak ini sama alaminya dengan minyak sawit, hanya saja tumbuh pada jamur, bukan pada pohon. Sama dengan Savor, proses C16 sepenuhnya bebas dari pertanian. Pertaniannya adalah sebuah laboratorium di tengah kota Manhattan," tambahnya.

Selain itu, Bill Gates juga menyoroti dampak negatif dari konsumsi lemak hewan terhadap lingkungan. Namun, dia memperkenalkan solusi inovatif seperti startup bernama 'Savor', yang menghasilkan lemak melalui proses yang tidak melibatkan pertanian konvensional, dengan mengambil karbon dioksida dari udara dan hidrogen dari air.

Serta, dia menekankan pentingnya kolaborasi antara inovasi teknologi dan kesadaran akan dampak lingkungan. "Kami berkomitmen untuk menciptakan solusi yang tidak hanya memperhatikan aspek ekonomi, tetapi juga lingkungan," katanya.

Dengan berbagai inisiatif ini, Bill Gates berharap dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memerangi perubahan iklim dan melindungi lingkungan, sambil mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"Kita harus bertindak sekarang untuk mencegah malapetaka bumi yang semakin dekat," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.