Akurat

Kanada Batasi Pelajar Asing, Ternyata Ini Alasan serta Dampaknya untuk Negara

Sulthony Hasanuddin | 23 Januari 2024, 12:10 WIB
Kanada Batasi Pelajar Asing, Ternyata Ini Alasan serta Dampaknya untuk Negara

AKURAT.CO Kanada umumkan pembatasan dua tahun untuk penerimaan mahasiswa asing pada Senin (22/1/2024) setelah pertumbuhan eksplisif dalam beberapa tahun terakhir memperparah kekurangan perumahan di negara itu.

Padahal pada tahun lalu, Kanada mengeluarkan hampir 1 juta izin belajar atau sekitar tiga kali lipat dari satu dekade yang lalu. Proposal pembatasan terbaru lantas akan mengurangi jumlah tersebut hingga sepertiganya.

Pembatasan mahasiswa asing diumumkan oleh Menteri Imigrasi Kanada, Marc Miller. Ia mengatakan bahwa pemerintah liberal akan memberlakukan pembatasan sementara selama dua tahun untuk visa pelajar, yang akan menghasilkan sekitar 364.000 visa pada tahun 2024.

Baca Juga: Gigi Riva Pencetak Gol Terbanyak Timnas Italia Sepanjang Masa, Meninggal Dunia di Usia 79 Tahun

Proposal baru itu juga akan menetapkan batas izin kerja pascasarjana yang dikeluarkan untuk mahasiswa asing, yang kemungkinan akan mendorong mereka untuk kembali ke negara asalnya.

Izin tersebut dipandang sebagai jalan yang mudah untuk mendapatkan izin tinggal permanen, sebab mereka yang mengambil program master atau post-doktoral akan memenuhi syarat untuk mendapatkan izin kerja selama tiga tahun.

Selain itu, pasangan dari pelajar internasional yang terdaftar di tingkat studi lain, termasuk program sarjana dan perguruan tinggi, tidak lagi memenuhi syarat.

Penerimaan aplikasi izin belajar baru pada tahun 2025 akan dinilai kembali pada akhir tahun belajar, kata Miller.

Apa alasannya pembatasan mahasiswa asing di Kanada?

Kanada telah muncul sebagai tujuan populer bagi siswa internasional karena di sana relatif mudah untuk mendapatkan izin kerja setelah menyelesaikan kursus.

Namun, lonjakan jumlah mahasiswa internasional menyebabkan negara tersebut kekurangan pasokan apartemen sewa hingga mendorong kenaikan harga sewa yang di luar kendali.

Baca Juga: 5 Daftar Kelompok Militan Islam yang Dibantu Iran, Tidak Hanya Hamas dan Hizbullah

Sebagai contoh pada bulan Desember 2023, harga sewa secara nasional naik 7,7% dari tahun sebelumnya.

Hal tersebut bahkan menyebabkan penurunan popularitas untuk Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau yang terutama karena krisis keterjangkauan harga dan unggulnya pemimpin partai oposisi di lembaga survei jelang Pemilu Prancis 2025.

Terlepas dari krisis sewa, pemerintah juga prihatin dengan kualitas pendidikan yang disediakan oleh beberapa institusi.

Siapa yang terkena dampaknya?

Dikutip dari Reuters, pelajar internasional telah menyumbang sekitar USD16,4 miliar atau sekitar Rp264 triliun per tahun bagi perekonomian Kanada.

Proposal pembatasan mahasiswa akan merugikan banyak institusi pendidikan yang telah memperluas kampus mereka dengan harapan akan terus mendatangkan mahasiswa.

Baca Juga: Fakta Bentrok Iran-Pakistan, Ternyata Bukan Pertama Kali

Seperti di Ontario, salah satu provinsi terpadat yang menerima bagian terbesar di mahasiswa internasional. Beberapa bisnis, termasuk restoran dan sektor ritel, telah memperingatkan kekurangan tenaga kerja sementara.

Sementara itu, restoran di seluruh Kanada bergulat dengan kekurangan tenaga kerja dengan hampir 100.000 lowongan dan mahasiswa internasional mencapai 4,6% dari 1,1 juta pekerja di industri tersebut pada tahun 2023.

Bank-bank Kanada juga telah diuntungkan dengan masuknya mahasiswa asing baru, karena setiap mahasiswa diharuskan memiliki Guaranteed Investment Certificates (GIC) lebih dari CUSD20.000 yang menjadi prasyarat bagi mahasiswa internasional untuk menutupi biaya hidup.

Baca Juga: Napoli vs Inter Milan: Dramatis! Gol Lautaro Martinez Jadi Penentu Kemenangan Nerazzurri di Piala Super Italia

Sebagai informasi, mahasiswa asing di Kanada sebagian besar berasal dari India yakni 40% dan China berada di urutan kedua dengan 12%.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.