Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Cegah Meluasnya Perang Israel dan Hamas

AKURAT.CO Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken, mengadakan pembicaraan di Uni Emirat Arab dan Arab Saudi pada hari Senin (8/1/2024) sebelum bertolak ke Israel.
Sebelumnya Blinken juga memperingatkan bahwa perang Gaza dapat menyebar ke seluruh wilayah jika tidak dilakukan perdamaian bersama.
Blinken memulai upaya diplomasi Timur Tengah selama lima hari di Yordania dan Qatar pada hari Minggu kemarin, dengan tujuan mencegah perang yang lebih luas di wilayah tersebut. Dia juga akan mengunjungi Tepi Barat dan Mesir minggu ini.
"Ini adalah momen ketegangan yang mendalam bagi kawasan ini. Ini adalah konflik yang dapat dengan mudah menyebar, menyebabkan lebih banyak lagi ketidakamanan dan penderitaan," ujar Blinken dalam sebuah konferensi pers di Doha sebelum bertolak ke Abu Dhabi, dikutip Senin (8/1/2024).
Baca Juga: Perang Tak Kunjung Usai, 1600 Tentara Israel Alami Gejala Stres dan Gangguan Mental
Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant mengatakan bahwa intensitas serangan di Gaza menunjukkan tekad negaranya untuk menghancurkan Hamas yang memerintah daerah tersebut dan menghalangi musuh potensial lainnya, termasuk Hizbullah di Lebanon.
"Pandangan dasar saya: Kita sedang memerangi sebuah poros, bukan musuh tunggal," kata Gallant.
Israel dan Hizbullah sendiri sering bertukar tembakan di perbatasan Lebanon. Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman, menunjukkan tekad untuk melanjutkan serangan terhadap pelayaran Laut Merah hingga Israel berhenti membombardir Palestina di Gaza.
Perang Gaza dipicu oleh serangan Hamas yang mengejutkan di kota-kota Israel pada 7 Oktober yang menurut Israel menewaskan sekitar 1.200 orang. Dikatakan bahwa 240 orang disandera.
Serangan Israel sejauh ini telah menewaskan 22.835 warga Palestina di Gaza, dengan 111 orang tewas dan 250 orang terluka dalam penghitungan dalam 24 jam sebelumnya.
Pertempuran tersebut telah membuat sebagian besar dari 2,3 juta penduduk Gaza mengungsi, membuat banyak rumah dan infrastruktur sipil hancur hingga menyebabkan kekurangan makanan, air, dan obat-obatan.
Blinken mengatakan bahwa ia akan mengatakan kepada para pejabat Israel bahwa mereka harus berbuat lebih banyak untuk mencegah jatuhnya korban sipil di Gaza.
Juga bahwa warga sipil Palestina harus diizinkan kembali ke rumah mereka dan tidak boleh dipaksa meninggalkan Gaza.
Namun di sisi lain, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu bersumpah untuk melanjutkan pertempuran.
"Perang tidak boleh dihentikan sampai kita mencapai semua tujuan: penghapusan Hamas, kembalinya semua sandera kita dan memastikan bahwa Gaza tidak lagi menjadi ancaman bagi Israel," katanya pada awal pertemuan kabinet mingguan pada hari Minggu.
Baca Juga: Fase Baru dalam Pertempuran Palestina-Israel: Tentara Zionis Siapkan Strategi Lebih Tepat Sasaran
Terlepas dari keprihatinan global atas kematian dan kehancuran di Gaza dan seruan luas untuk gencatan senjata, opini publik Israel tetap mendukung operasi tersebut, meskipun dukungan untuk Netanyahu telah merosot tajam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Prabowo Luncurkan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, Ekonomi Keluarga Jadi Fondasi Kekuatan Bangsa
- 10Prabowo: Kesejahteraan Jangan Hanya Jadi Slogan, Penghasilan Rakyat Harus Meningkat Nyata








