Akurat

Tagar Strike for Gaza Ramai di X Usai Israel Lancarkan Serangan ke Rumah Sakit dan Kamp Pengungsian di Gaza

Ramadhan LQ | 19 Desember 2023, 12:14 WIB
Tagar Strike for Gaza Ramai di X Usai Israel Lancarkan Serangan ke Rumah Sakit dan Kamp Pengungsian di Gaza

AKURAT.CO Terhitung sudah 74 hari genosida yang terjadi di Palestina, warganet pun ramai mengawal genosida yang dilakukan oleh Israel kepada Palestina untuk segera dihentikan melalui tagar Strike for Gaza atau #StrikeForGaza.

Ramainya tagar Strike for Gaza juga mengawal genosida yang terus terjadi. Update terbarunya, Israel melancarkan serangan ke rumah sakit dan Kamp Pengungsi warga sipil Gaza. Meskipun ada tekanan internasional untuk menjeda genosida yang terjadi. 

Mengutip Al Jazeera, serangan udara Israel berfokus pada rumah sakit dan lingkungan sipil di daerah Gaza, sebuah taktik yang hanya mendorong seruan lebih lanjut dari seluruh dunia untuk gencatan senjata di wilayah Palestina yang terkepung ketika jumlah korban sipil yang meningkat.

Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Sepakbola Eropa Malam Ini: Everton vs Fulham, Chelsea vs Newcastle, Rayo Vallecano vs Valencia

Korban massal dilaporkan menyusul serangan di kamp pengungsi Jabalia dan Nuseirat, Gaza Utara. Tembakan Israel menargetkan beberapa tempat tinggal di lingkungan Shujayea, Tuffah dan Daraj di Kota Gaza. 

Jumlah korban di kamp pengungsi Jabalia terhitung sejak Minggu (17/12/2003) hingga Selasa (19/12/2023) terhitung sebanyak 110 warga sipil tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Israel juga melancarkan serangan ke Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza. 

Serangan lain yang terjadi di kamp pengungsi Nuseirat, Gaza tengah menewaskan sedikitnya 25 orang dalam semalam.

Menurut Kementrian Kesehatan Gaza, Penembakan terus menerus dilaporkan terjadi di pintu masuk Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza. Setidaknya 26 warga Palestina tewas dalam serangan terhadap rumah sakit yang dilancarkan oleh Israel. 

Baca Juga: Penyakit Flu Menyebar di Seluruh Jepang, Kementerian Kesehatan Tetapkan Status 'Waspada'

Juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, Ashraf al-Qudra, mengecam Israel karena berusaha “menghilangkan” sektor kesehatan di wilayah yang terkepung itu.

“Menargetkan Kompleks Medis Nasser adalah bagian dari kebijakan Israel untuk menghilangkan sektor kesehatan dan akan menjatuhkan sistem kesehatan di Jalur Gaza selatan,” tambahnya.

Awal pekan ini, pihak berwenang Gaza mengatakan sekitar 70 staf medis ditahan oleh Israel dalam serangan itu. Gencatan senjata ini terjadi setelah Israel membunuh warga dengan buldoser di halaman Rumah Sakit Kamal Adwan.

Aksi #StrikeForGaza dan serangan ini terus berlanjut, Israel mendapat tekanan dari komunitas internasional untuk menghentikan genosida tersebut dan melindungi warga sipil Palestina. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.