Akurat Logo

Mengapa Israel Menyerang Gaza Selatan Setelah Menyuruh Masyarakat Pergi Ke Sana?

Sulthony Hasanuddin | 26 Oktober 2023, 13:00 WIB
Mengapa Israel Menyerang Gaza Selatan Setelah Menyuruh Masyarakat Pergi Ke Sana?

AKURAT.CO Israel menyuruh seluruh warga sipil di Jalur Gaza utara, termasuk penduduk Kota Gaza, untuk pindah ke selatan daerah tersebut.

Dengan mengatakan bahwa perintah tersebut bertujuan untuk memindahkan warga sipil dari target-target teror Hamas, yang mereka yakini terkonsentrasi di bagian utara.

"Kami sedang mempersiapkan area untuk aktivitas militer yang signifikan di Kota Gaza, ini adalah tahap selanjutnya. Itulah yang menjadi alasan mengapa kami (Israel) meminta warga sipil untuk pergi ke selatan Sungai Gaza," kata Juru Bicara Militer, Jonathan Conricus.

Pada 18 Oktober, Israel mendesak penduduk Gaza untuk mengungsi ke tempat yang disebutnya sebagai zona kemanusiaan di Al Mawasi, di pesisir Gaza selatan.

Israel lalu memperbarui peringatannya pada 22 Oktober, dengan mengatakan bahwa siapa pun yang tetap tinggal di bagian utara dapat diidentifikasi sebagai simpatisan organisasi teroris jika mereka tidak pergi.

Namun, pesawat-pesawat tempur Israel terus menggempur wilayah-wilayah di selatan Gaza. Menyebarkan ketakutan di antara para pengungsi bahwa mereka sama rentannya di sana seperti halnya di rumah-rumah mereka di utara.

Baca Juga: 3 Janji Allah Kepada Bani Israel, 1 Belum Terpenuhi Tapi Segera Terjadi

Dikutip dari Reuters, berikut gambaran umum dari situasi tersebut.

Sejak memerintahkan warga Gaza untuk pergi ke selatan, militer Israel (IDF) terus menggempur target-target di seluruh wilayah tersebut, dan menewaskan sejumlah warga sipil yang tidak diketahui jumlahnya.

Secara keseluruhan, pihak berwenang di Gaza mengatakan 6.546 warga Palestina telah tewas sejak serangan Israel dimulai pada 7 Oktober.

Sementara, warga mengatakan pemboman di wilayah selatan meningkat pada 25 Oktober. Bahkan, satu serangan meruntuhkan beberapa gedung apartemen di Khan Younis, sekitar 10 km (6 mil) dari perbatasan Mesir.

IDF mengatakan bahwa meskipun pusat kekuatan utama Hamas berada di Kota Gaza, Hamas tetap bercokol di antara penduduk sipil di daerah kantong tersebut.

"Di mana pun target Hamas muncul, IDF akan menyerangnya untuk menggagalkan kemampuan teroris kelompok tersebut, sambil mengambil tindakan pencegahan yang layak untuk mengurangi bahaya bagi warga sipil yang tidak terlibat," kata militer pada hari Rabu (25/10/2023), mengulangi pernyataan sebelumnya.

Militer mengatakan bahwa rumah-rumah yang ditinggali oleh para militan adalah target yang sah meskipun warga sipil tinggal di dalamnya.

"Apa yang disebut sebagai rumah pribadi bukanlah rumah pribadi," kata seorang perwira senior angkatan udara Israel.

Baca Juga: Israel Tingkatkan Serangan Terhadap Hamas, Negara Di Dunia Terus Desak Aliran Bantuan Ke Gaza

Militer Israel mengatakan pada 12 Oktober bahwa hampir setengah dari 2,3 juta penduduk Gaza harus pindah ke bagian selatan Gaza dalam waktu 24 jam.

Sementara itu, Hamas telah mendesak warga Palestina untuk mengabaikan peringatan Israel tersebut.

Israel mengatakan pada hari yang bahwa pihaknya telah menyerang penghalang jalan Hamas yang diyakini menghalangi orang-orang untuk mengungsi.

Terlepas dari upaya Hamas untuk menghentikan eksodus, penduduk dan organisasi bantuan internasional mengatakan telah terjadi pengungsian massal dari wilayah utara dan daerah-daerah lain di daerah kantong yang dianggap rentan terhadap serangan.

Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) memperkirakan pada 24 Oktober bahwa lebih dari 1,4 juta orang menjadi pengungsi di dalam Gaza.

Penyeberangan perbatasan Gaza dengan Mesir dan Israel ditutup, yang secara efektif menjebak penduduk di dalam daerah kantong tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.