Akurat

Sederet Serangan Siber Saat Konflik Hamas Dan Israel, DDoS Hingga Peretasan Billboard Pro Hamas

Shalli Syartiqa | 18 Oktober 2023, 17:32 WIB
Sederet Serangan Siber Saat Konflik Hamas Dan Israel, DDoS Hingga Peretasan Billboard Pro Hamas

AKURAT.CO- Konflik antara Israel dan Hamas berimbas pada dunia digital yang melibatkan peretas-peretas dari berbagai pihak.

Sejak serangan Hamas terhadap Israel, pada (7/10/2023), konflik ini telah menyebabkan ribuan kematian dan ratusan ribu orang mengungsi. 

Fasilitas di Israel juga menjadi sasaran serangan siber dari kelompok peretas yang terkait dengan Rusia, sementara peretas dari India menyasar fasilitas Hamas.

Berikut daftar sederet insiden siber yang terjadi di tengah konflik Israel dan Hamas:

Sederet Ancaman Siber Akibat Perang Israel dan Hamas

1. DDoS

Serangan siber tidak hanya terjadi di antara kedua belah pihak, tetapi juga melibatkan peretas dari negara lain yang mendukung Israel dan Palestina.

Berbagai kelompok melancarkan puluhan serangan Penolakan Layanan Terdistribusi (DDoS) pada situs web pemerintah dan swasta di Israel, yang mengakibatkan situs-situs tersebut menjadi tidak dapat diakses sementara, meskipun tanpa merusak secara permanen.

Salah satu serangan siber luar negeri yang menggunakan metode DDoS datang dari kelompok peretas Rusia yang menyebut diri mereka sebagai Killnet, 

Serangan siber jenis ini bertujuan membanjiri situs web dengan lalu lintas yang berlebihan dan memaksa situs target menjadi offline.

Di sisi lain, peretas yang mendukung Israel juga melancarkan serangan yang menargetkan organisasi Palestina.

Salah satu kelompok, Indian Cyber Force mengklaim telah menutup situs National Bank Palestina dan situs Hamas.

2. Alarm roket palsu

Sejumlah peretas yang mendukung Palestina melancarkan serangan dengan tujuan membingungkan pihak Israel.

Salah satu serangan yang mencolok dilakukan oleh kelompok pro-Palestina yang dikenal sebagai AnonGhost.

Mereka mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap aplikasi Israel yang digunakan untuk memberikan peringatan kepada penduduk mengenai serangan roket yang akan datang.

Mereka mengklaim telah mengirimkan peringatan palsu tentang roket dan bahkan mengancam akan ada serangan bom nuklir ke Israel.

3. Klaim-klaim

Beberapa serangan yang dilaporkan sulit untuk diverifikasi.

Sebagai contoh, kelompok peretas yang terkait dengan Iran, yakni Cyber Av3ngers, mengklaim bahwa mereka telah menyerang kontraktor listrik di Israel dan menyebabkan kota Yavne mengalami pemadaman listrik.

Namun, juru bicara perusahaan listrik dan pemerintah kota tidak mengonfirmasi adanya serangan tersebut.

 

4. Peretasan billboard pro hamas

Kelompok peretas yang lain menyasar billboard atau papan iklan di Israel. Peretasan ini tercatat terjadi pada dua billboard pintar, pada Kamis (12/10/2023).

Mereka mengubah konten yang semula iklan menjadi video yang mendukung Palestina (pro-Hamas) dan mengecam Israel.

 

5. Zoombombing

Beberapa serangan siber lainnya yang dilakukan oleh peretas yang mendukung Hamas termasuk serangan Zoombombing pada Kementerian Pendidikan Israel.

Serangan tersebut menyebabkan Kementerian Pendidikan Israel harus beralih ke platform Google untuk konferensi video.

Zoombombing merujuk pada upaya mengganggu atau mengacaukan konferensi video dengan memasukkan konten yang tidak sesuai, seperti gambar atau video berunsur pornografi.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.