Akurat

Hujan Topan Mematikan Melanda Tiongkok Untuk Hari Ketujuh

Sulthony Hasanuddin | 11 September 2023, 11:34 WIB
Hujan Topan Mematikan Melanda Tiongkok Untuk Hari Ketujuh

AKURAT.CO Hujan deras dari topan membanjiri wilayah selatan Tiongkok untuk hari ketujuh ketika awan tersebut bergerak lambat dari Guangdong di pesisir menuju Guangxi, dilaporkan pada Senin (11/9/2023).

Hujan yang membanjiri daerah dataran rendah memblokir jalan hingga menjebak penduduk untuk tidak dapat melakukan kegiatan.

Di daerah pedesaan Bobai di wilayah Guangxi, tim penyelamat dengan perahu serbu telah berjuang untuk menarik orang-orang ke tempat yang aman sejak Minggu (10/9/2023) malam, ketika air setinggi lebih dari 2 meter membuat penduduk terdampar di rumah-rumah bertingkat rendah.

Hujan lebat tersebut diperkirakan akan terus berlangsung di Guangxi selama beberapa hari ke depan.

Haikui sendiri telah melemah dari topan menjadi badai tropis sejak mendarat di Provinsi Fujian pada 5 September lalu, namun sisa-sisa peredarannya terus menimbulkan malapetaka di Tiongkok Selatan.

Dibuktikan dengan Kota Shenzhen yang padat penduduknya diguyur hujan terberat sejak pencatatan dimulai tahun 1952. Juga negara tetangga Hong Kong yang dihujani badai terburuk dalam 140 tahun terakhir.

Para ilmuwan memperingatkan bahwa topan yang menghantam Tiongkok menjadi lebih kuat dan jalurnya semakin kompleks, sehingga bakal meningkatkan risiko bencana.

Tidak terkecuali kota-kota pesisir seperti Shenzhen yang secara teratur menghadapi topan tropis dan telah memiliki kemampuan pertahanan banjir yang kuat.

"Topan yang bergerak jauh ke daratan mempengaruhi wilayah yang secara historis kurang terpapar hujan lebat dan angin kencang, sering kali memiliki ketahanan bencana yang lebih rendah yang menyebabkan kerugian yang lebih parah," kata Shao Sun, seorang ahli iklim di University of California, dikutip Senin (11/9/2023).

Shao Sun menjelaskan bahwa dalam kasus Shenzhen, bencana tersebut disebabkan oleh gerakan lambat ke arah barat dari sirkulasi residual Haikui, yang hampir stagnan pada posisi spasialnya dari sore hari tanggal 7 September hingga dini hari 8 September.

Dia menambahkan terdapat "efek kereta" dari curah hujan lebat yang terjadi yang menyebabkan kejadian tersebut melebihi intensitas yang diharapkan.

Dijelaskan bahwa "efek kereta" mengacu pada efek kumulatif dari beberapa sistem awan konvektif yang melewati suatu daerah secara berurutan dan menghasilkan akumulasi akumulasi curah hujan yang signifikan, secara tajam meningkatkan potensi curah hujan yang lebat atau bahkan ekstrem.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.