Akurat Logo

Korea Utara Luncurkan Kapal Selam Taktis Penyerang Nuklir Baru

Sulthony Hasanuddin | 8 September 2023, 11:26 WIB
Korea Utara Luncurkan Kapal Selam Taktis Penyerang Nuklir Baru

AKURAT.CO, Korea Utara telah meluncurkan kapal selam serang nuklir taktis operasional pertamanya dan menugaskan kapal tersebut ke armada yang berpatroli di perairan antara semenanjung Korea dan Jepang, pada Jumat (8/9/2023).

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un mengatakan telah memersenjatai angkatan laut dengan senjata nuklir adalah tugas yang mendesak dan berjanji untuk mentransfer lebih banyak kapal bawah laut dan kapal permukaan yang dilengkapi dengan senjata nuklir taktis ke angkatan laut.

Baca Juga: Respon Latihan Korsel Dengan AS, Korea Utara Gelar Simulasi Serangan Nuklir

"Upacara peluncuran kapal selam itu menandai dimulainya babak baru untuk memerkuat kekuatan angkatan laut RRDK," ungkap KCNA, media resmi Pemerintah Korea Utara, dikutip Jumat (8/9/2023).

Kapal selam No. 841 yang dinamai Pahlawan Kim Kun Ok seorang tokoh sejarah Korea Utara akan menjalankan misi tempurnya sebagai salah satu alat serang bawah air utama angkatan laut Korea Utara.

Tidak hanya itu, Korea Utara juga berencana mengubah kapal selam yang ada menjadi kapal selam serang bersenjata nuklir dan memercepat upayanya untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir.

Baca Juga: Korea Utara Tembakkan Rudal Jarak Jauh Jelang Pertemuan Korsel Dan Jepang

"Mencapai perkembangan pesat pasukan angkatan laut kita adalah prioritas yang tidak dapat ditunda mengingat gerakan agresif dan aksi militer musuh baru-baru ini," kata pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.

Para analis pertama kali melihat tanda-tanda bahwa setidaknya satu kapal selam baru sedang dibangun pada tahun 2016.

Lalu pada tahun 2019, media pemerintah menunjukkan bahwa Kim memeriksa kapal selam yang sebelumnya tidak dilaporkan yang dibangun di bawah perhatian khususnya dan akan beroperasi di perairan lepas pantai timur.

Media pemerintah pada saat itu tidak menjelaskan sistem persenjataan kapal selam itu atau mengatakan di mana dan kapan pemeriksaan itu dilakukan, tetapi para analis mengatakan ukuran kapal baru itu mengindikasikan bahwa kapal itu dirancang untuk membawa rudal.

Belum ada informasi rudal apa yang akan dipersenjatai oleh kapal selam baru itu.

Korea Utara telah melakukan uji coba sejumlah rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam (SLBM) dan rudal jelajah yang dapat ditembakkan dari kapal selam.

Juga tidak jelas apakah Korea Utara telah sepenuhnya mengembangkan hulu ledak nuklir miniatur yang diperlukan untuk dipasang pada rudal semacam itu.

Para analis mengatakan bahwa menyempurnakan hulu ledak yang lebih kecil kemungkinan besar akan menjadi tujuan utama jika Korea Utara melanjutkan uji coba nuklir.

Sebagai informasi, Korea Utara memiliki armada kapal selam yang besar namun hanya kapal selam rudal balistik eksperimental 8.24 Yongung (Pahlawan 24 Agustus) yang diketahui telah meluncurkan rudal.

"Ini mungkin dimaksudkan untuk menguji coba versi angkatan laut dari KN23, yang telah mereka akui sebagai sistem pengiriman hulu ledak nuklir ringkas mereka," kata Ankit Panda dari Carnegie Endowment for International Peace yang berbasis di A.S.

Tal Inbar, seorang peneliti senior di Aliansi Advokasi Pertahanan Rudal, mengatakan bahwa layar kapal selam yang sangat besar itu tampaknya memiliki ruang untuk rudal balistik dan rudal jelajah.

"Tidak akan lama lagi kita akan melihatnya meluncurkan rudal," katanya dalam sebuah posting di X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter.

Upacara peluncuran ini dilakukan saat Korea Utara akan memeringati 75 tahun berdirinya negara tersebut pada hari Sabtu (10/9/2023) nanti, menyusul laporan bahwa Kim berencana untuk melakukan perjalanan ke Rusia bulan ini untuk bertemu dengan Presiden Vladimir Putin guna membahas pasokan senjata ke Moskow.

Sementara Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol bertemu dengan Perdana Menteri Cina Li Qiang di Jakarta dan meminta Beijing untuk melakukan lebih banyak hal sebagai anggota Dewan Keamanan PBB untuk mengatasi ancaman nuklir Korea Utara.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.