10 Negara Yang Legalkan Bunuh Diri, Kematian Dapat Dirancang

AKURAT.CO Bunuh diri menjadi salah satu keputusan yang dibuat manusia saat sedang menghadapai masalah tertenut. Menjadi salah satu hal yang sensitif, ternyata terdapat negara yang legalkan bunuh diri.
Bunuh diri yang dilegalkan negara tersebut memiliki banyak terminologi dengan definisi berbeda-beda. Ada yang menggunakan istilah euthanasia ada juga yang menggunakan istilah term assisted suicide (bunuh diri yang dibantu).
Meskipun terdapat banyak istilah, secara umum makan bunuh diri dalam konteksi yang diizinkan bagi penderita sakit parah yang tidak ada obatnya dan tidak memiliki harapan untuk sembuh.
Untuk Euthanasia sendiri merupakan tindakan aktif yang dilakukan untuk mengakhiri hidup seseorang guna menghentikan penderitaannya dan tindakan terakhirnya dilakukan oleh orang lain selain individu tersebut, misalnya dokter.
Sementara, assisted suicide adalah tindakan membantu seseorang untuk bunuh diri sesuai permintaannya. Tindakan yang dilakukan oleh sesuai dengan permintaan orang yang ingin bunuh diri.
Di negara Belanda, kedua tindakan tersebut merupakan tindakan yang diperbolehkan atau legal apabila pasien mengalami penderitaan yang tidak tertahankan dan tak memiliki harapan sembuh.
Siapapun yang berusia 12 tahun dapat meminta hal tersebut, namun dengan persetujuan orang tua jika masih berusia di bawah 16 tahun.
Selain itu, juga terdapat sejumlah persyaratan yang wajib dipenuhi termasuk konsultasi dokter.
10 Negara yang Legalkan Bunuh Diri
Selain Belanda, berikut negara-negara yang melegalkan bunuh diri dengan alasan medis:
-
Swiss (sejak 1942)
-
Belanda (sejak 2002)
-
Belgia (sejak 2002)
-
Luxembourg (sejak 2009)
-
Kolombia (sejak 2014)
-
Kanada (sejak 2016)
-
Austria (sejak 2021)
-
Selandia Baru (sejak 2021)
-
Spanyol (sejak 2021)
-
Australia (sejak 2022)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK







