Akurat

Kim Jong Un Kecam Pejabat Tinggi Atas Kerusakan Akibat Banjir

Tia Nurullatifah | 22 Agustus 2023, 19:35 WIB
Kim Jong Un Kecam Pejabat Tinggi Atas Kerusakan Akibat Banjir

AKURAT.CO Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, mengecam para pejabat tinggi atas respon mereka yang tidak bertanggung jawab terhadap kerusakan akibat banjir dan mengatakan bahwa mereka telah merusak perekonomian nasional.

Kecaman dilakukan saat Kim Jong Un sedang menginspeksi sebuah daratan di pantai barat setelah air laut baru-baru ini menghancurkan tanggul dengan sistem drainase yang tidak memadai. Air laut itu lalu membanjiri lebih dari 560 hektare lahan, termasuk lebih dari 270 hektare sawah.

Dalam langkah menghukum para pejabat atas pengabaian tugas mereka, Kim lantas memilih Kim Tok Hun seorang Perdana Menteri Kabinet.

Menurut pemimpin Korut tersebut, Kim Tok Hun hanya menginspeksi lokasi yang hancur satu atau dua kali dengan sikap sebagai penonton.

"Dalam beberapa tahun terakhir, disiplin administrasi dan ekonomi Kabinet Kim Tok Hun semakin rusak dan akibatnya para pemalas merusak semua pekerjaan ekonomi negara dengan sikap kerja yang tidak bertanggung jawab," kata Kim Jong Un, melalui KCNA, dikutip Selasa (22/8/2023).

Kim menambahkan sikap tidak bertanggung jawab dan kurangnya disiplin dari para pejabat, terutama disebabkan oleh sikap kerja yang lemah dan sudut pandang yang salah dari Perdana Menteri Kabinet.

Kunjungan hari ini menjadi yang terbaru dari serangkaian inspeksi yang dilakukan pemimpin Korea Utara tersebut.

Dilakukan terhadap lahan pertanian yang dilanda banjir di tengah meningkatnya kekhawatiran akan krisis pangan di negara tertutup itu.

Tanda Perombakan Kabinet Kim Jong Un

Seorang profesor studi Korea Utara di Universitas Kyungnam Korea Selatan, Lim Eul-chul, mengatakan bahwa kritik keras Kim Jong Un dapat menjadi pertanda perombakan kabinet. 

Hal ini juga menunjukkan bahwa ekonomi tidak berkembang seperti yang direncanakan, tambah Lim.

"Bagaimanapun Kim tampaknya sangat marah karena ekonomi nasional tidak berkembang seperti yang dia inginkan," kata Lim.

Diketahui, Korea Utara telah mengalami kekurangan pangan yang serius dalam beberapa dekade terakhir salah satunya kelaparan pada tahun 1990-an. Hal tersebut sering kali disebabkan oleh bencana alam. 

Bahkan, para ahli internasional telah turun tangan untuk memperingati bahwa penutupan perbatasan selama pandemi Covid-19 memperburuk keadaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.