Akurat

Bernilai Rp299 Miliar, Italia Pamerkan 60 Artefak Sitaan yang Dikembalikan AS

Citra Puspitaningrum | 24 Januari 2023, 13:05 WIB
Bernilai Rp299 Miliar, Italia Pamerkan 60 Artefak Sitaan yang Dikembalikan AS

AKURAT.CO Italia merayakan kembalinya 60 artefak kuno senilai lebih dari USD 20 juta (Rp299 miliar) dari Amerika Serikat (AS) dengan memamerkannya di Spadolini Hall, Roma, pada Senin (23/1). Sebagian besar benda berasal dari sitaan koleksi pribadi konglomerat AS Michael Steinhardt. Dua di antaranya adalah lukisan dinding Hercules sebagai seorang anak melawan ular, yang dicuri dari Herculaneum, dan patung perunggu seorang pria yang berasal dari abad I Masehi.

Dilansir dari CNN, kantor Kejaksaan Manhattan pada 2021 melarang Steinhard memperoleh barang antik seumur hidup setelah menyita karya seni senilai USD 70 juta dari koleksi prbadinya.

Menurut Matthew Bogdanos, kepala Unit Perdagangan Purbakala Kejaksaan Manhattan, unitnya merupakan satu-satunya di AS dan salah satu dari segelintir di dunia yang menggabungkan penegakan hukum, seni, dan arkeologi untuk memburu harta yang dijarah dari seluruh dunia.

Berdiri selama 10 tahun, unit tersebut telah menemukan 4.500 barang senilai USD 300 juta yang telah dikembalikan ke 25 negara. Sebanyak 500 di antaranya, senilai USD 55 juta, telah dikembalikan ke Italia, termasuk beberapa dari Museum Seni Metropolitan New York.

"Kabar baiknya, telah terjadi perubahan besar dalam dekade terakhir atas kesediaan museum, kolektor, dan galeri untuk mematuhi dan mengembalikan objek secara sukarela, begitu kami menunjukkan bukti kepada mereka," ungkapnya.

Namun, masih banyak museum, galeri, yayasan, dan kolektor pribadi yang yakin dengan alasan salah kaprah bahwa barang antik itu lebih aman berada di tangan mereka.

Setelah dikembalikan, Sebagian besar barang akan dikembalikan ke daerah asalnya. Sisanya akan disimpan di gudang bersma ribuan karya seni lainnya yang telah diasingkan atau dikembalikan ke Italia.

Menurut Vincenzo Molinese, komandan Unit Pencurian Seni Kepolisian Italia, selain bernilai uang, pengembalian seni dan artefak juga penting karena kaya akan warisan budaya Italia. Pendapat ini diamini Darius Arya, seorang arkeolog sekaligus sejarawan independen. Menurutnya, tak penting di mana artefak itu berada, asalkan kembali ke Italia.

"Sudah semestinya artefak kembali ke negara asalnya. Itu dasarnya. Bahkan, meski bukan bagian paling penting dibandingkan koleksi yang kaya di Italia, intinya mereka dirampok dari negara ini dan layak dikembalikan ke negara asalnya," pungkasnya. []

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.