Akurat

Paris Luncurkan Layanan Hotline untuk Usir Kutu Busuk

| 21 Februari 2020, 15:27 WIB
Paris Luncurkan Layanan Hotline untuk Usir Kutu Busuk

AKURAT.CO, Pemerintah Paris pada hari Kamis (20/2) meluncurkan kampanye lengkap dengan nomor hotline untuk membantu mengusir kutu busuk yang ada di rumah, restoran, atau hotel.

Kementerian Perumahan Prancis mengatakan hama tersebut sempat hilang pada 1950an, tapi kemudian kembali lagi dan menunjukkan kekebalan terhadap insektisida.

Kutu busuk yang umum, Cimex lectularius, ditemukan di daerah beriklim sedang di Amerika Serikat (AS) dan sebagian Eropa. Hama berkaki enam hanya menimbulkan gangguan kecil setelah perang dunia kedua karena meluasnya penggunaan insektisida seperti DDT. Tetapi pelarangan racun yang begitu kuat, karena terlalu berbahaya, menyambut kebangkitan serangga kutu busuk.

Pada akhir 1990an mereka berkembang pesat di New York, serangan kutu juga terjadi pada 2010 di mana mereka menyerbu gedung-gedung apartemen mewah, hotel, bahkan toko pakaian seperti outlet pakaian dalam Victoria's Secret. Itu tak hanya terjadi di AS, tetapi juga di Paris.

Pada 2016, sebuah penelitian menemukan bahwa kutu busuk menjadi kebal terhadap pestisida. Penelitian lain pada tahun berikutnya mengatakan serangga mencari aroma manusia dan meringkuk dalam pakaian usang sebelum masuk ke rumah.

Mereka bersembunyi di kain pada siang hari dan keluar di malam hari untuk menggigit manusia. Bekas gigitannya, meski tidak menimbulkan penyakit, akan meninggalkan bekas merah dan gatal.

Gambaran betapa mengganggunya kutu busuk telah ditampilkan dalam kampanye pemilihan Paris 2020, dengan harapan besar Wali Kota Benjamin Griveaux berjanji untuk membersihkan ibu kota dalam 100 hari. Kala itu ia berjanji untuk membentuk brigade anti-hama khusus yang menargetkan kutu busuk, tikus, dan kecoak, yang akan membantu warga secara gratis. Sayang Benjamin tersingkir dari pemilihan setelah skandal seksnya terkuak.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.