India Luncurkan Pesawat Antariksa Chandrayaan-2 untuk Misi Pendaratan Bulan

AKURAT.CO, India akan meluncurkan misi bulan kedua pada pertengahan Juli. Langkah ini akan memperkuat statusnya sebagai pemimpin teknologi antariksa dengan melakukan pendaratan terkontrol di bulan.
Misi itu jika sukses akan menjadikan India negara keempat setelah Amerika Serikat (AS), Rusia, dan China yang melakukan pendaratan lunak di bulan dan menempatkan rover di bulan. China secara sukses mendaratkan rover bulan pada Januari.
Misi tanpa awak manusia bernama Chandrayaan-2 itu berarti 'kendaraan bulan' dalam bahasa Sanskerta. Misi itu akan melibatkan satu orbiter, satu lander dan satu rover yang dibuat oleh Organisasi Riset Antariksa India (ISRO).
Misi itu dijadwalkan diluncurkan pada 15 Juli dengan menggunakan Geosynchronous Satellite Launch Vehicle Mark III milik ISRO.
“Misi itu menelan biaya sekitar USD 144 juta (Rp2 triliun),” ungkap pernyataan ISRO, dilansir BBC.
Setelah perjalanan lebih dari 50 hari, kendaraan pendaratan (lander) ISRO akan melakukan pendaraan terkontrol dekat Kutub Selatan Bulan sekitar 6 September. Saat mendarat, kendaraan penjelajah (rover) akan melakukan berbagai eksperimen sambil dikontrol dari jarak jauh oleh para pakar ISRO.
“15 Menit terakhir menjelang pendaraan menjadi momen paling mengerikan bagi kami,” tutur Chairman ISRO K Sivan. ISRO menyatakan, variasi gravitasi, kondisi medan dan debu di bulan dapat menyebabkan masalah.
Misi India akan menjadi upaya ketiga pendaraan bulan tahun ini setelah China berhasil dengan penyelidik bulan Chang’e-4. Adapun pesawat antariksa Israel, Beresheet, gagal dan mengalami kecelakaan di permukaan bulan pada April lalu.
“Ini misi paling kompleks yang pernah dilakukan ISRO,” papar Sivan.
Misi bulan pertama India, Chandrayaan-1, pada 2008 menelan biaya USD 79 juta (Rp1,1 triliun) dan membantu mengonfirmasi keberadaan air di bulan.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK




