Akurat

Lebanon Desak Penarikan Pasukan Israel dari Wilayah Selatan

Oktaviani | 19 Januari 2025, 09:30 WIB
Lebanon Desak Penarikan Pasukan Israel dari Wilayah Selatan

AKURAT.CO Lebanon menegaskan kembali sikapnya terkait dengan permintaan mundur pasukan Israel dari wilayah selatan yang mereka duduki.

Sesuai tenggat waktu yang ditetapkan dalam perjanjian gencatan senjata 27 November 2024.

Dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, di Beirut, Presiden Lebanon, Joseph Aoun, menyoroti pelanggaran darat dan udara yang terus dilakukan militer Israel.

Khususnya penghancuran rumah-rumah dan desa-desa di sepanjang perbatasan.

Baca Juga: Israel Serang Lebanon, Gencatan Senjata Kembali Dilanggar!

Guterres tiba di Lebanon pada Kamis (16/1/2025) dalam kunjungan solidaritas ke negara Arab tersebut.

"Pelanggaran Israel, termasuk pengeboman rumah dan penghancuran desa perbatasan, merupakan pelanggaran nyata terhadap perjanjian gencatan senjata dan terus merongrong kedaulatan Lebanon," jelas Presiden Aoun.

"Tindakan semacam itu tidak sejalan dengan upaya internasional untuk mewujudkan perdamaian dan keamanan di kawasan," taambahnya.

Baca Juga: Israel Dikecam Setelah Menyerang Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon dengan Fosfor Putih

Presiden Aoun, yang terpilih pada 9 Januari 2025 setelah posisi tersebut kosong selama lebih dari dua tahun akibat perselisihan politik, menekankan pentingnya menghentikan pelanggaran tersebut.

Dalam pertemuan itu, Presiden Aoun juga memuji dedikasi personel Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL), yang menghadapi sejumlah serangan terhadap pangkalan mereka.

Ia menegaskan pentingnya koordinasi yang kuat antara UNIFIL dan Angkatan Bersenjata Lebanon untuk menjaga stabilitas kawasan.

Baca Juga: Jokowi Kecam Penyerangan Israel ke Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon

Sejak 27 November 2024, gencatan senjata yang rapuh diberlakukan, mengakhiri periode saling serang antara Israel dan Hizbullah yang dimulai 8 Oktober 2023 dan meningkat menjadi konflik besar pada 23 September 2024.

Anadolu melaporkan, militer Israel telah melakukan 564 pelanggaran di Lebanon hingga Jumat (17/1/2025), yang menyebabkan 37 orang tewas dan 45 lainnya luka-luka.

Baca Juga: Para Pemimpin Barat Desak Israel Hentikan Serangan ke Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon

 

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

O
Reporter
Oktaviani
W
Editor
Wahyu SK